Minggu, 20 Desember 2015

Menjadi Apa Adanya Seperti Alam

Aku ingin bersikap seperti 
lautan ataupun langit beserta awannya yang jika dipuja ataupun dikritik tetap tidak bertingkah, mereka tetap senantiasa tenang pada waktunya dan menjadi gelap dan menurunkan hujan pada waktunya. Aku pun ingin mewarisi sikap bunga, yang bisa dipuji dan dicaci tetap saja akan mekar dan layu pada waktunya. Menjadi apa adanya.

Alam selalu memberi kita 
contoh untuk menjadi apa adanya. Mungkin sebagian dari kita ingin menyenangi orang lain. Yang dipuja, melambung. Yang dihina, mendendam dalam lautan amarah. Kita mungkin terlalu menilai tinggi pujian dan menilai terlalu rendah cacian, sehingga hati kita dibutakan oleh keduanya.

Kita menjalani hidup dalam 
pendapat orang, yang mungkin bertujuan untuk menyenangkan hati orang. Kita takut untuk menjalani hidup ini sesuai hati kita. Kita lupa pada tujuan asli kita. Hanya demi pujian, kita melakukannya. Jika tidak dipuji yang malah akan dicaci, kita tidak ingin melakukannya. Contoh: seorang pejabat akan senantiasa memberi sebagian harta nya jika media menyoroti tindakan nya yang baik, beliau senang jika banyak orang tahu kebaikannya, dan tidak akan memberi tanpa disoroti publik. Mungkin beliau tidak sadar bahwa tujuan aslinya yaitu membantu meringankan kehidupan ekonomi orang yang dibantu. Apakah ini apa adanya?

Apakah kita melakukan sesuatu demi pujian? Ketenaran? Kebanggaan? Pengakuan? Bukankah ini asupan untuk ego kita agar terus bertumbuh?
Apakah memang kebaikan tulus itu asing? Apakah orang-orang seperti kita hilang keasliannya dan tujuan eksistensi nya sebagai makhluk ciptaannya?

Nb: Saya pun bingung mengapa bisa tulis seperti ini, hanya saja, saya mempunyai kata-kata yang jika tidak saya keluarkan, rasanya tidak enak, seperti menyimpan sebuah rahasia. Yang terus ditutupi, pada akhirnya akan terungkap sendiri.

有一句话说:不要在别人的眼光活着 (Jangan hidup dalam pandangan orang)

Minggu, 30 Agustus 2015

[Book Review] Kedai 1002 Mimpi

Sudah baca Kedai 1001 Mimpi ? Nah, kalau sudah, silahkan baca buku lanjutan-nya: Kedai 1002 Mimpi. Kak Vibi menceritakan awal kisah-nya saat ingin menulis Kedai 1001 Mimpi dan menjabarkan kegiatan-nya setelah pulang dari Arab ke Bandung, Indonesia. Yihaaaaa!

Tetapi,
ternyata pulang ke Indonesia bukanlah akhir dari mimpi buruk Kak Vibi, dia kerap mengalami mimpi buruk, sampai saat jalan kaki diserempet motor yang sepertinya sengaja, hadiah yang tak diinginkan seperti hinaan dan teror pun sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Kak Vibi.

Bagusnya,
untuk mengisi waktu dan dompet, Kak Vibi bersama Kak VanVan (Kakak perempuan-nya) membangun sebuah rumah makan: Warung Ngebul.

Ironisnya,
saat menjalani Warung Ngebul, beberapa kali didatangi beberapa penawar jasa gaib! Sampai menawari ‘hewan’ peliharaan seperti: Babi ngepet, ratu ular pesugihan, bulus putih, macan kerah dan entah apa lagi.

Dan Kak Vibi
juga menceritakan salah satu kenyataan pahit asam kalau dia pernah ditawari ajakan sopan yang brutal yaitu threesome oleh rekan kerja-nya saat di Saudi. Nama rekan kerja-nya Raul Gonzales. Ya, Anda tidak salah, dia diajak threesome sama laki! Oalah.


Quotes yang menurut saya Kak Vibi seperti biasa-nya yang jago banget membentuk kata demi kata:
“Mungkin Tuhan sengaja memberikan dingin, agar siap menerima sapaan panas.” (p.78)
“Gelak tawa Teh Yuti mampu menghilangkan sekejap kenangan burukku tentang Saudi. Aku ingin sekali meramu tawanya ke dalam kapsul untuk minum tiga kali sehari.” (p.57)
“Aku jadi belajar sesuatu, bila terlanjur dituduh menyeburkan diri, kita sekalian saja loncat indah.” (p.82)
“Aku lebih senang pamer hasil, ketimbang pamer rencana.” (p.90)


Dan, seperti biasanya lagi, Kata-kata berirama Kak Vibi pun berhamburan rapi di buku ini:
“Tak diduga, tapi penuh sangka.” (p.82)
“Saat warung tutup, kami semua basah kuyup.” (p.88)
“Aku bisa kembali membaca buku tanpa hambatan, atau sekadar berbincang-bincang dengan tanaman.” (p.175)
“Beberapa rupa mereka kukenal akrab, sisanya terasa asing. Atau memang aku yang sengaja berpaling.” (p.182)
“Seringkali aku tertidur bahagia, terbangun nestapa.” (p.198)
“Tapi sudahlah, aku mengalah. Mungkin memang benar-benar salah.” (p.206)
“Aku mendambakan hening yang lebih bening, walaupun itu harus menempuh berbagai tebing.” (p.208)
“Mereka bebas menghina, kita bebas berkarya.” (p.322)
“Bisa jadi, jalan terbaik untuk menikmati sebuah karya adalah mengosongkan harapan sebelum membuka lembaran.” (p.334)
“Dipuji atau dicaci maki, akan berkarya sampai mati.” (p.334)


Di buku ini dipastikan nggak kalah seru-nya dengan Kedai 1001 Mimpi, jika banyak yang bilang buku ini nggak se-seru Kedai 1001 Mimpi, silahkan baca dan pahami kalimat ini lagi dan lagi: 
"Bisa jadi, jalan terbaik untuk menikmati sebuah karya adalah mengosongkan harapan sebelum membuka lembaran.”

Ini dia, kritikan ataupun hinaan dari para pembaca yang diceritakan di buku ini:
Pembaca membual: 
"Kedai 1001 Mimpi banyak yang ngaco! Anda jangan mengada-ada. Beberapa adegan harus diganti.”

Kak Vibi membalas:“Saya tidak pernah meminta Anda untuk percaya buku saya. Malah di buku Kedai 1001 Mimpi saya memohon pembaca untuk mencari data dan fakta sendiri.”



Saya tetap mendoakan Kak Vibi agar selalu kuat menghadapi cobaan dari para makhluk. Dan yang buat saya lebih senang baca buku ini karena typo nya lebih dikit ketimbang Kedai 1001 Mimpi. Jadi lebih nyaman bacanya. Anda siap untuk membaca kisah-nya lagi?


Salam berkarya!


Kamis, 27 Agustus 2015

[Book Review] Kedai 1001 Mimpi

Kali ini siap mental yak, hati -hati untuk membaca review dari buku yang isinya... *ehem-hem*

Kedai 1001 Mimpi, apa yang terbesit di dalam pikiran anda saat membaca judul buku ini? Kalau saya sih, kirain cara sukses buka kedai. Alamak! Dodol kali beta!  :P

Penulis buku ini telah menjadi salah satu penulis terfavorit saya. Panggilan-nya Kak Vibi. Aslinya sih, Valiant Budi. Keren juga yak namanya #eakk

Dia seorang

penulis yang tergila-gila dengan dunia Timur Tengah, awalnya hanya untuk menulis buku tentang travel dari negri 1001 mimpi ini. Tetapi, Saudi Arabia memberikan Kak Vibi kejutan manis sedikit dan pahitnya banyak banget-nget-nget-nget! Saya sampai bisa geram sepuluhkali. Eh iya, tahu nggak, saat sedang menyelami kisah-kisah lucu di buku Kedai 1001 Mimpisaya bisa sampai tertawa terbahak-bahak bijak 20-an kali. Ya, saya sampe hitung berapa kali saya ketawa karena kata-kata yang dilontarkan dengan lucu-lucu cerdas. Eh. Kurang kerjaan banget yakk! #sukasuka #kepakjubah


Tibalah
Kak Vibi di Negri 1001 Mimpi ini. Dan setelah melalui berbagai proses, Kak Vibi akhirnya bekerja sebagai PSK disana! Waduh! Eitsss, jangan salah kaprah duyu, PSK = Peracik Susu Kopi. #senyumgila

Duh, bahasa keren-nya sih...

Barista. Tetapi, kerjaan-nya merangkap semua! Dari nyapu, ngepel, ngelap, susun meja kursi, bikin sukoi (susu kopi), sampe buang sampah. Memang itu bukanlah pekerjaan yang rendah justru mulia kok, hanya saja kan di perjanjian kerja tidak ada, hanya jadi Barista. Ah, saya tahu, ini akal-akalan Bos nya saja untuk menekan pengeluaran untuk tambahan tenaga kerja. Dan parahnya, ada plus hadiah yang tak indah: Dimarahi Bos, menyimak rekan kerja yang aneh-nya akut dan kronis, melayani pelanggan yang jorok dan nggak sabaran banget, terus difitnah mencuri dan hampir masuk penjara.

Kak Vibi yang dipanggil
Ahmed, Ahmad, Kabayan, ... oleh para pelanggan kedai kopi di Arab, yang awalnya hanya membuat Kak Vibi kebingungan. Sampai Kak Vibi dikirain orang Filipina, karena cowok Filipina menjadi favorit teman kencan om-om disana, parahnya dia sering dia digodain om-om, duh... om-om nya suka genit lagi, suka kedipin mata yang mungkin kelilipan batu karang.

Menurut saya,
cerita bahagia disini itu saat Kak Vibi bertemu beberapa orang Indonesia disana dan menjadi teman berbagi cerita yang memilukan. Saya paling demen sama ketegaran Teh Yuti. Teh yuti adalah istri orang Arab yang dulunya TKI juga. Anda harus baca kisahnya bagaimana bisa dia nikah sama orang Arab yang sekaligus adalah majikan-nya sendiri!

Di buku ini, terlalu banyak kata-kata berirama yang pas, tapi terkadang agak aneh. Ah, ini sudah menjadi gaya khas penulisan ala Kak Vibi. Dan kabar baiknya, saya suka sekaliii.
“Tidur sesaat menunggu si Bos sesat.” (p.37) 
“Hah, arah pembicaraannya mulai tak tertebak, tapi bisa dipastikan gak enak.” (p.58)
“Aku ingin dikenal sebagai TKI tampan atletis dan hobi pamer betis.” (p.63)
“Ingin mengeluh, tapi rasanya belum butuh.” (p.67)
“Hari demi hari tidak ada yang baru. Aku masih setia jadi babu.” (p.79)
“Untuk sebuah umpan, kita memang harus berkorban.” (p.206)
“Anak-anak manja ini, sekali semprot langsung kempot. Banyak gaya tapi tak berdaya.” (p.203)
“Kalau sampai mereka membuat onar, aku tidak akan segan-segan meliar.” (p.238)
“Hari mulai lelap, aku tertidur lelap.” (p.330)

Ada juga nih, kata-kata Kak Vibi yang bagi saya puitis mengikis iris buncis, apacih! Hahaha.
“Akhirnya kunyalakan AC kamar sampai suhu terdingin, merekayasa tubuh agar rindu air panas.” (p.53)
“Saat kacanya kugeser dikit saja, angin panas berebut masuk. Oh, bahkan angin pun ingin mendinginkan diri.” (p.53-54)
“Baru jalan 2 meter, buntelan keringat sudah bisa memandikan kucing 2 ekor.” (p.55)
Awalnya saya tahu tentang Kak Vibi karena Kak Trinity (Penulis buku Naked Traveler) ada ngetweet tentang blog Kak Vibi, setelah baca, saya jadi ingin tahu siapa Kak Vibi sebenarnya. Dan akhirnya menjadi penggemar ringan-nya sampai saat ini.



Setelah pada membaca buku ini, selain banyak yang memuji, Kak Vibi juga kerap menerima hinaan yang tidak sedikit ditambah nyelekit. Kak Vibi sering diteror dan sampai ban mobil Kak Vibi pun jadi korban-nya. Ada yang merasa Kak Vibi menghina Islam, ada yang bilang di Arab tidak ada kejadian seperti itu, ada yang bilang kisah di buku-nya mengada-ngada dan Kak Vibi nggak pernah suruh percaya. Kan, kan... saya jadi #kenavirusberiramadaritadi

Saya suka dan salut sekali sama Kak Vibi, walaupun nggak ganteng #maapkak tapi menarik. Menarik karena Kak Vibi berani banget menulis tentang kenyataan yang dialaminya di Arab. Mungkin ini yang Kak Vibi pegang teguh: 
"Dipuji atau dicaci maki, akan berkarya sampai mati."
Saya yakin dengan sok tahu, lahirnya 1 kalimat motto Kak Vibi tersebut dikarenakan pengalaman pahit yang lebih sering Kak Vibi terima, walaupun manis nya tetap ada sih, icip-icip gitu.


Moral of the story
1. Setelah menamatkan buku ini dalam 3 hari. Saya sadar, ternyata baca buku yang tebal-nya 443 halaman terasa mudah karena saya selalu penasaran. Dari rasa penasaran itulah saya menelusuri buku ini sampai habis dan mengetahui cukup banyak hal.
2. Merasa sangat bersyukur sekali bisa lahir dan menetap di Indonesia. Seperti kata Kak Vibi: 
"Maaf, tapi di negara miskin saya itu, saya lebih banyak tersenyum. Tak terbeli dengan ribuan riyal. Lagipula, semua kebusukan negara saya, Indonesia, ada di negara lain, kok. Tapi keindahan Indonesia belum tentu dimiliki negara lain."
---

Kak Vibi! Berkarya terus yah, saya tunggu buku non-fiksi selanjutnya. Saya suka sekali rangkaian kata-kata yang dibuat dengan sangat cerdas dan pas. Saya juga salut banget sama keberanian dan kejujuran Kak Valiant Budi!

Salam berkarya sampai mati!

Selasa, 11 Agustus 2015

Toko Buku Online yang Keren! (2)

Sudah baca Kedai 1001 Mimpi ? Nah, kalau sudah, silahkan baca buku lanjutan-nya: Kedai 1002 Mimpi. Kak Vibi menceritakan awal kisah-nya saat ingin menulis Kedai 1001 Mimpi dan menjabarkan kegiatan-nya setelah pulang dari Arab ke Bandung, Indonesia. Yihaaaaa!

Tetapi,
ternyata pulang ke Indonesia bukanlah akhir dari mimpi buruk Kak Vibi, dia kerap mengalami mimpi buruk, sampai saat jalan kaki diserempet motor yang sepertinya sengaja, hadiah yang tak diinginkan seperti hinaan dan teror pun sudah menjadi makanan sehari-hari bagi Kak Vibi.

Bagusnya,
untuk mengisi waktu dan dompet, Kak Vibi bersama Kak VanVan (Kakak perempuan-nya) membangun sebuah rumah makan: Warung Ngebul.

Ironisnya,
saat menjalani Warung Ngebul, beberapa kali didatangi beberapa penawar jasa gaib! Sampai menawari ‘hewan’ peliharaan seperti: Babi ngepet, ratu ular pesugihan, bulus putih, macan kerah dan entah apa lagi.

Dan Kak Vibi
juga menceritakan salah satu kenyataan pahit asam kalau dia pernah ditawari ajakan sopan yang brutal yaitu threesome oleh rekan kerja-nya saat di Saudi. Nama rekan kerja-nya Raul Gonzales. Ya, Anda tidak salah, dia diajak threesome sama laki! Oalah.


Quotes yang menurut saya Kak Vibi seperti biasa-nya yang jago banget membentuk kata demi kata:
“Mungkin Tuhan sengaja memberikan dingin, agar siap menerima sapaan panas.” (p.78)
“Gelak tawa Teh Yuti mampu menghilangkan sekejap kenangan burukku tentang Saudi. Aku ingin sekali meramu tawanya ke dalam kapsul untuk minum tiga kali sehari.” (p.57)
“Aku jadi belajar sesuatu, bila terlanjur dituduh menyeburkan diri, kita sekalian saja loncat indah.” (p.82)
“Aku lebih senang pamer hasil, ketimbang pamer rencana.” (p.90)


Dan, seperti biasanya lagi, Kata-kata berirama Kak Vibi pun berhamburan rapi di buku ini:
“Tak diduga, tapi penuh sangka.” (p.82)
“Saat warung tutup, kami semua basah kuyup.” (p.88)
“Aku bisa kembali membaca buku tanpa hambatan, atau sekadar berbincang-bincang dengan tanaman.” (p.175)
“Beberapa rupa mereka kukenal akrab, sisanya terasa asing. Atau memang aku yang sengaja berpaling.” (p.182)
“Seringkali aku tertidur bahagia, terbangun nestapa.” (p.198)
“Tapi sudahlah, aku mengalah. Mungkin memang benar-benar salah.” (p.206)
“Aku mendambakan hening yang lebih bening, walaupun itu harus menempuh berbagai tebing.” (p.208)
“Mereka bebas menghina, kita bebas berkarya.” (p.322)
“Bisa jadi, jalan terbaik untuk menikmati sebuah karya adalah mengosongkan harapan sebelum membuka lembaran.” (p.334)
“Dipuji atau dicaci maki, akan berkarya sampai mati.” (p.334)


Di buku ini dipastikan nggak kalah seru-nya dengan Kedai 1001 Mimpi, jika banyak yang bilang buku ini nggak se-seru Kedai 1001 Mimpi, silahkan baca dan pahami kalimat ini lagi dan lagi: 
"Bisa jadi, jalan terbaik untuk menikmati sebuah karya adalah mengosongkan harapan sebelum membuka lembaran.”

Ini dia, kritikan ataupun hinaan dari para pembaca yang diceritakan di buku ini:
Pembaca membual: 
"Kedai 1001 Mimpi banyak yang ngaco! Anda jangan mengada-ada. Beberapa adegan harus diganti.”
Kak Vibi membalas:“Saya tidak pernah meminta Anda untuk percaya buku saya. Malah di buku Kedai 1001 Mimpi saya memohon pembaca untuk mencari data dan fakta sendiri.”

Pembaca kocak: 
“Anda siap mati dengan menulis buku ini?”
Kak Vibi bertanya kembali: “Maaf ya, memangnya Anda─yang tidak menulis buku ini─gak akan mati?”

Pembaca yang mungkin hobinya menghakimi: 
“Public figure apa hell figure lo? Siap-siap busuk di neraka!”
Kak Vibi dengan kesalnya: “Yah, kalau surga ternyata isinya orang yang senang mencaci, mengutuk seperti Anda, saya juga ogah!” 



Saya tetap mendoakan Kak Vibi agar selalu kuat menghadapi cobaan dari para makhluk. Dan yang buat saya lebih senang baca buku ini karena typo nya lebih dikit ketimbang Kedai 1001 Mimpi. Jadi lebih nyaman bacanya. Anda siap untuk membaca kisah-nya lagi?



Salam berkarya!

Selasa, 04 Agustus 2015

[Book Review] "Tuesdays with Morrie"

Pertama kali membaca kata “Tuesdays with Morrie” saya kirain sebuah film. Eh, ternyata buku! Ah, ntah saya kurang perhatiin atau apa. Yang jelas, saya selesaikan membaca bukunya yang 209 halaman hanya dalam sehari. Bukan apa-apa sih, cuma saya jarang banget baca buku langsung bisa selesai dalam sehari. Hati-hati, buku ini seperti candu yang sekali memulai, sulit untuk berhenti membaca.



Tak perlu dielak lagi, ini buku dashyat banget pelajaran hidupnya. Bagaimana tidak, seorang professor bernama Morrie menderita penyakit ALS (amyotrophic lateral sclerosis) atau penyakit Lou Gehrig adalah penyakit ganas, tak kenal ampun, yang menyerang sistem saraf, yang juga menimpa Stephen Hawking. Bahkan, menurut statistik, penyakit ALS ini 90% tidak bisa disembuhkan. Benarkah? Mengenai hal ini, dr. H. Taufan Budi S, SpBs dari RS Medistra dan RS Satyanegara, Jakarta, menjelaskan, ALS adalah penyakit degenerasi saraf motorik yang progresif atau makin lama makin buruk. Saraf pada otot motorik atau pergerakan, mulai dari otak ke sumsum tulang belakang lalu ke otot, mengalami degenerasi atau penuaan. Akibatnya, otot motorik atau otot lurik yang berfungsi sebagai pergerakan tidak dapat menerima perintah otak. 


---

Oke, saya tidak mau panjang lebar tentang penyakitnya, saya hanya memberi sedikit informasi bahwa penyakit tersebut sangatlah ganas. Bisa dibilang badan seseorang akan lumpuh pelan-pelan dengan pasti.

Ya, pada tahun 1994, Morrie mulai menderita penyakit yang tak kenal ampun ini. Mitch, mahasiswa yang dulunya selalu berbagi cerita dengan Morrie, yang juga tidak bertemu selama 16 tahun. Pergi menemui Morrie setelah Ia tahu keadaan Morrie saat itu, yang Mitch ketahui dari suatu kebetulan. Sebuah kisah baru saja dimulai.

Seseorang yang menderita penyakit ALS, pasti down tapi Morrie memandang penyakitnya sebagai makna yang berarti dan banyak yang Morrie pelajari sehubungan dengan penyakit ini. Setiap Selasa, 2 manusia Selasa: Morrie dan Mitch berbincang mengenai apapun: Tentang kematian, emosi, keluarga, perkawinan, uang, dll.


Ini beberapa quotes yang dikatakan Morrie kepada Mitch :
“Setiap orang mereka akan mati, tapi tak seorang pun percaya bahwa itu bisa terjadi pada mereka dalam waktu dekat.”  (p.85) 
“Jika kau menerima bahwa kau dapat mati kapan saja──barangkali kau tak akan seambisius sekarang.”  (p.89) 
“Segala sesuatu yang menyita waktumu──pekerjaanmu──mungkin tak sepenting yang kau kira. Kau mungkin perlu menyisihkan ruang untuk kehidupan spiritual.”  (p.89) 
"Kau tahu salah satu yang diajarkan Buddhisme? Jangan mengikatkan diri pada kebendaan, karena segala sesuatu tidak kekal."  (p.109) 
“Apabila kita belajar tentang cara menghadapi maut, berarti kita belajar cara menghadapi hidup.”  (p.111)
“Semakin bertambah usia kita, semakin banyak yang kita pelajari. Apabila usia kita tetap 20 tahun, kita akan sama bodohnya dengan usia 20 tahun. Kita tahu bahwa penuaan tidak hanya berarti pelapukan, tetapi juga pertumbuhan. Penuaan tidak hanya bermakna negatif, bahwa kita akan mati, tetapi juga makna positif, bahwa kita mengerti kenyataan bahwa kita akan mati, dan karena itu kita berusaha untuk hidup dengan cara lebih baik.”  (p.125-126)

Beruntung sekali Mitch, bisa mengenal sosok Morrie dengan begitu baik dan yang saya lihat hubungan mereka seperti ayah dan anak, bahkan kedekatan mereka melebihi ayah dan anak kandung pada umumnya. Morrie juga berkata jika ingin punya anak lagi, dia ingin anak itu yang tak lain dan tak bukan adalah Mitch.

Ah, saya terlalu jatuh cinta dengan buku ini. Morrie sangat bisa memaknai hidupnya sebegitu berarti, walaupun ditengah-tengah keadaan yang sangat mencekamnya. Penyakit nya yang terus menggerogoti tubuh nya tanpa belas kasihan. Morrie yang berhati besar, humoris dan tenang dalam menghadapi ajal nya. Mungkin saja ajaran Buddhisme yang membuat Morrie bisa berdamai dengan keadaan nya itu. Karena beliau beberapa kali di dalam buku menyebutkan kata "Buddhisme". Dan di dalam buku ini mempunyai alur cerita maju mundur, bab yang hurufnya dicetak miring kebanyakan tentang masa lalu. Mungkin ini salah satu ciri khas Mitchell Albom dalam menulis buku. Keren deng!

Saya sengaja tulis dan post tentang ini tepat pada hari Selasa juga supaya lebih greget gitu sesuai dengan judul bukunya, hihihi :D Semoga kata-kata Morrie yang bermakna bisa kita praktekkan dalam hidup ini. Walaupun saya hanya mengenal sosok Morrie lewat yang diceritakan Mitch di buku, tapi saat baca bukunya berasa Morrie langsung berbicara kepada saya mengenai makna hidup. Ah, saya ingin sekali mempunyai guru seperti Morrie, atau bahkan ingin punya ayah seperti Morrie. Well done, Mitch! Yang sudah menceritakan dan menyampaikan kata-kata Morrie yang begitu dalam maknanya tapi tak sulit dipahami. Membuat para pembaca hanyut, tetapi tidak terhanyut. Thank you, Morrie.
---

Sedikit tambahan, walaupun saya tidak mengenalnya langsung, saya rasa sangat pantas jika saya sangat berterima kasih kepada Alex Tri Kantjono Widodo, sebagai alih bahasa buku ini, yang diterjemahkan dengan sangat baik, karena saya tahu menerjemahkan sangat melelahkan dan sangat memakan daya pikir kita, saya pernah alami. Dan juga karena saya yang tidak terlalu pintar dalam berbahasa inggris, sangat merasakan kemudahan dalam pemahaman saat membaca dengan bahasa tercinta kita sendiri, yaitu bahasa Indonesia. Thank a lot, Alex. Whoever you are, you did really a good job.

Minggu, 02 Agustus 2015

Toko Buku Online yang Keren!

Nah! Saya senang sekali dengan pelayanan toko buku online yang satu ini. Ya, bukabuku.com memberikan harapan nyata bagi para pemburu buku yang males untuk pergi ke toko buku. Sebenarnya bukannya males ke toko buku cuma kalau lagi nggak singgah untuk keperluan utama selain membeli buku, ya... males juga. Eh. berarti males ya? Sama aja dongs! Ihik. Dan toko buku online ini yang menjadi solusi tepat bagi saya. Semoga demikian juga untuk anda.

"Apa saja keuntungan belanja di bukabuku.com?"

#1
Suka banget ada promo, lumayan kan dapat potongan 20% , bisa menghemat. Dan setelah saya bandingkan ternyata lebih murah dari toko buku online lainnya, walaupun lebih murah Rp 2.000,00 - Rp 5.000,00 tetap aja menguntungkan dan bisa lebih hemat-mat-mat!

#2
Percuma lebih murah dan bisa menghemat kalau servis nya nggak bagus. Ya kan? Tapi di bukabuku pelayanan nya pol! Saya kirim e-mail beberapa kali tentang buku yang pending (dalam artian masih ada di gudang supplier), bisa dibalas dengan sopan dan baik dan benar-benar diusahakan sampai ada buku nya, setelahnya siap dikirim dan sampai deh ke rumah.

#3
Senangnya bisa COD (Cash On Delivery) dalam pembayaran. Jadi begini, saat lagi pesan buku, tak perlu bayar dulu, pembayaran bisa dilakukan saat buku nya telah tiba di rumah kita, kita bisa langsung bayar ke pengirim nya, cash di depan rumah. Tapi, kalau mau transfer via ATM tetep bisa kok. Jadi bagi yang nggak suka ribet transfer pakai ATM, bisa lewat layanan COD yang pastinya terjamin!

#4
Tampilan katalog buku sangat rapi dibandingkan dengan toko buku online lainnya. Jadi nyaman banget buat mantengin berjam-jam dalam pilih-pilah buku yang akan dibeli.

#5
Gratis pembatas buku lho!



Tapi,
ada yang nggak saya suka dari bukabuku yaitu jarangnya review buku dari para pembaca. Jadi sebelum beli bukunya saya cek review orang-orang dari goodreads Supaya lebih yakin buku yang akan saya beli adalah buku yang bagus dan sesuai menurut saya. Dan memang ada yang lebih murah dari bukabuku, saya menemukannya, tetapi setelah hanya 1-2 buku yang lebih murah, sisanya masih lebih murah di bukabuku.com dan pastinya terjamin keaslian buku nya, setelah belasan buku yang sudah saya cicipi melalui bukabuku

Dan,
saya lagi coba belanja di bukukita, katanya sih saingan nya bukabuku. Saya nemu buku di bukukita yang bukabuku tidak tersedia. Nanti setelah saya coba belanja, saya akan bikin review tentang bukukita dan perbandingan dengan bukabuku. So, ditunggu yah!





Saya nggak lagi promosi lho, cuma seneng aja bisa belanja di bukabuku dan saya tidak dibayar untuk merekomendasikan ini. Bagi saya, memberikan pelayanan yang seperti sebelumnya saat saya melakukan pembelian buku sudah lebih dari cukup, karena memang itu yang selalu saya utamakan sebagai pembeli. Kalau anda bagaimana? Udah deh langsung aja buruan hunting buku yang anda suka karena... banyak diskonnya! :D

Jika anda mempunyai rekomendasi toko buku online yang tak kalah bagus nya sama ini, boleh dongs dikasih tahu lewat comment box.

Salam bacabuku!

Senin, 20 Juli 2015

Do You Believe in Love?


Sometimes,

relationship between two people are ridiculous. They love each other, sometimes argue, get fine then argue again and again till break. Break up and then get together, again. I really understand there's some people are afraid, too afraid to fall in love, no-no-no, I mean too afraid to get hurt again after to love or loved. And perhaps, almost everyone experienced it, include me. That person said, "I love you. Don't ever let me go." And now who the one let someone go?! Obviously, you-know-who. No one deserve to blame. It's not the right way. You know it exactly.

You know,
we all are sad about the break-up not because the status from couple > friend. But, actually we sad because the behaviour of someone you love. We get too afraid of their behaviour, not as care as used to, not text as much as used to. However, we still care, like used to. That's the problem! The problem is the one still matters to us.

I really do believe in love. 
Love is pure and great, I just don't believe in..... people. People like seasons they said, always change, and tararammm... that's damn true, huh. People change and nothing wrong with that. The wrong is change to be better or worse?

The memories
That's right, memories don't change. But, how beautiful or awful memories are, is just a past. We can't make the change for yesterday. What left yesterday, just past and we must live on now or present. Present is gift, right? and we can learn the lesson from yesterday, to make better present.

I'm allergic to bullshit,
who doesn't? It's like the one can say love you many times, but there's no effort to make the relationship possible. See? I just wrote it to everyone who have been through the hard times of wrong relationship, wrong time, whatever. I hope we can let go happily and do not cling. Yes , I know it's hard, extremely hard, but it will be harder for now and future if we always cling to that, just let go or be dragged.

Life isn't always about relationship between two, right?
We have so many stuffs to do. Avoid to do things that we will be sorry for.



---

If you have any other opinions, just say it. I'd like to know and figure it out.

Jumat, 17 Juli 2015

Gempa di Nepal adalah Karma? Hmm?

Hi! Little World Readers.
Tiba-tiba saya ingin sekali menulis tentang festival yang di bawah ini, ada pesan yang tersirat. Tapi sebelum anda lanjut untuk membaca [No Offence], saya sarankan tidak usah lanjut membaca jika anda sulit untuk berpikir terbuka (baca: picik, pikiran sempit), tidak perlu anda percayai apa yang sedang saya tulis sebelum anda benar-benar memahaminya dan rasakan sesuai hati nurani. Tapi jika anda suka membaca atau ingin tahu atau ingin banyak belajar, apalagi bersedia untuk kosongin gelas untuk mengisi hal yang baru. Lanjut!
Pahami quotes ini dulu : "Mind is like parachute, it works well if it opens."
Festival Gadhimai
Festival upacara penyembelihan yang lebih tepatnya pembantaian hewan terbesar di dunia dengan tujuan untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa yang masyarakat Nepal yakini. Upacara itu diadakan tiap 5 tahun sekali di Kuil Gadhimai, Dewi Kekuatan, di Bariyarpur, Nepal, yang berbatasan dengan India.
Saat upacara berlangsung, ada jutaan pemeluk agama Hindu mendatangi lokasi upacara untuk menyaksikan ritual yang 'dianggapnya' sakral tersebut. Lebih dari 250.000 hewan dibariskan untuk dilakukan pembunuhan di upacara keagamaan Nepal. Hewan yang dikorbankan dalam ritual tersebut antara lain adalah kerbau, burung, dan kambing sebagai sesembahan untuk menyenangkan dewa-dewa dalam kepercayaan umat Hindu.
Festival itu diakhiri dengan ritual membunuh/membantai 5.000 kerbau di lapangan dekat kuil Gadhimai. Ritual ini memakan waktu 2 hari. Ironisnya, hewan-hewan yang dibantai tersebut dibunuh tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk dijadikan sesajen bagi dewa-dewa rakyat Nepal. sumber

Nooo!!!
Jujur...
dari hati saya, perbuatan ini adalah salah satu hal di dunia yang terlampau kejam. Saya 'have no idea' dengan apa yang mereka yakini. Dan setelah saya tahu dari beberapa sumber, saya simpulkan kejadian gempa di Nepal kemungkinan besar ada hubungan-nya dengan Festival Gadhimai. Seperti yang suka kita sebut : Karma. 


...and I really believe in Karma.

"Karma does exist."
Sering mendengar nya bukan? Tidak asing di telinga kan? Yap! Segala sesuatu ada konsekuensi nya. Sama seperti kita mencelakai orang lain, suatu saat kita akan kena juga, dicelakai oleh entah-siapa.

Juga...
Ini mungkin yang disebut karma kolektif dalam ajaran Buddhis. Sungguh miris mengingat Nepat adalah tempat lahir Buddha Gautama yang mengajarkan kasih sayang, welas asih dengan tidak membunuh makhluk berjiwa, orang2 ini entah menganut ajaran apa sehingga tega membantai ribuan hewan yang tidak berdosa demi pemujaan pada dewa atau makhluk gaib yang tidak jelas, akibatnya, dewanya tidak mennolong atau murka karena tindakan ini maka terjadilah bencana ini. Bila ingin hidup selamat dan tenang, berbuatlah kebajikan dengan badan, ucapan dan pikiran, tidak dengan pengorbanan makhluk berjiwa demi keselamatan diri sendiri. Ibarat mengambil keuntungan atas penderitaan orang lain, logikanya dimana? (Saya setuju dengan salah satu komen pengguna youtube tentang festival ini)




"Apa yang engkau tabur, itulah yang engkau tuai."
Pastinya kita sering menjumpai kata-kata ini. Yang kurang lebih artinya sama dengan Karma, bukan? Saya bukan tidak suka dengan Hindu, bukan benci dengan orang-orang nya, hanya saja saya benci perbuatan mereka di dalam Festival itu. Menurut saya, fanatik adalah buta, ketidaktahuan adalah buta, keegoisan adalah buta, banyak sekali orang-orang hanya membeo ; meminjam pendapat pendapat orang lain tapi tidak dipahami, tidak diteliti, hanya ikutin aja tradisi turun menurun dengan mengatasnamakan dewa. Oh, What kind of world I live is this?!

Sekali lagi... [No Offence]
Saya hanya mengutarakan pendapat saya. Saya berharap Festival ataupun kegiatan yang mengambil nyawa makhluk ber-roh, ber-jiwa bisa dihentikan. Sayangilah mereka, bukan berarti kita, manusia, yang katanya ciptaan yang paling mulia, malah melakukan perbuatan seperti itu. Juga bukan berarti kita, manusia, hanya karena kita manusia, merasa paling sempurna dibanding ciptaan yang lain, malah menganggap dunia ini hanya diatur oleh manusia yang berkuasa tanpa memikirkan kehidupan makhluk hidup lainnya. Jangan mengabaikan hati nurani :)

Dengan ber-vegetaris, kita bisa mengurangi makhluk hidup yang mati dengan sengsara di tangan manusia. Be veg!







Semua makhluk yang hidup di bumi,
Makhluk yang hidup di air,
Makhluk yang hidup di angkasa,
Makhluk yang terlihat,
Makhluk yang tidak terlihat,
Mereka yang memiliki tubuh fisik kasar,
Mereka yang memiliki tubuh astral lembut,
Mereka yang tinggal dekat atau jauh, besar atau kecil,
Semua jenis makhluk yang hidup dalam keberadaan duniawi ini,

Semoga mereka semua terbebas dari kegelisahan!
Semoga mereka semua terbebas dari penderitaan!
Semoga mereka semua terbebas dari kebencian dan permusuhan!
Semoga mereka semua tenang!
Semoga mereka semua bahagia!

(Kutipan dari sebuah buku kecil yang diberikan oleh kerabat)

Salam damai...

Senin, 06 Juli 2015

Si Cacing, Totto-Chan, The Way of Youth

Membaca adalah hal yang menyenangkan dan tak menyenangkan, tergantung siapa yang memandang dan merasakan. Tergantung tujuan membaca, ada yang ingin mendapat jawaban atas kegundahan nya selama ini, ada yang untuk mengisi waktu luang, ada yang membaca untuk menulis sebuah karya. Relatif kan. Jadi, saya beri 3 buku penunjang awal untuk selalu senang membaca. Selamat membaca!


#1


Awal yang menjadi penunjang saya untuk selalu membaca buku adalah buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya", Si Cacing diibaratkan kita-kita manusia; Kotoran diibaratkan nikmat kehidupan dunia gemerlap nan fana ini. Ajahn Brahm, penulis buku dan seorang biksu bule yang hangat, penuh jenaka dan selalu tersenyum. Saya sendiri sangat mensyukuri pernah menghadiri langsung ceramah nya pada siang hari yang bersahabat itu, aksen bahasa inggris nya yang lebih ke british membuat saya lebih tertarik mendengarnya. Ceramah nya yang sangat luwes, penuh jenaka dan bermakna. Mungkin kalau Ajahn Brahm tidak menjadi seorang biksu, saya rasa dia akan menjadi pelawak! Hahaha.
Mengapa bagi saya buku ini patut dibaca oleh anda? Karena bacaan nya yang cukup ringan, segar dan mencerahkan bisa membuat kita memandang hidup ini dengan penuh kesadaran dan kedamaian, pasti nya kebahagiaan pun kian terasa. Buku ini juga bukan tentang agama, non-buddhis pun bisa membacanya tanpa merasa tidak nyaman. Saya benar-benar tidak menyesal telah membaca buku ini, dan ingin membaca nya berulang-ulang kali, cerita yang disusun pun bab per-bab sehingga membuat para pembaca, terutama untuk pemula, membaca akan menjadi lebih menarik untuk diserap intisari makna tulisan di dalam buku ini.


#2


Senangnya diberi tugas kuliah untuk meringkas cerita yang ada di dalam sebuah buku, kelompok saya memilih Totto-Chan. Maksudnya bukunya, bukan orangnya yang disuruh kemari, *yakeles* hihihi~ Seorang gadis cilik yang mungkin bagi orang awam akan bilang dia aneh, nakal. Seorang gadis cilik yang suka dengan karcis, pemusik jalanan, membuka tutup meja sekolahnya sampai ratusan kali yang baginya ini adalah meja yang keren sekali! Saya sama sekali tidak menganggap apa yang dilakukan nya itu nakal, tetapi unik dan memiliki pesan nya tersendiri. Bagi saya, Totto-Chan adalah bidadari kecil yang polos, mengajari kita apa arti apa adanya dan tidak terpaku dengan aturan yang membuat kita tidak bisa berkembang.
2 orang lainnya yang paling saya kagumi di buku ini : Mamanya Totto-Chan dan Sosaku Kobayashi (Kepala Sekolah yang memiliki gerbong kereta sebagai ruang kelas). Mama Totto-Chan yang penuh kesabaran dan senang bercanda, menanggapi sikap Totto-Chan dengan tidak memarahinya, mama nya hanya menasihati nya dengan hati-hati karena tak ingin Totto-Chan mengalami tekanan batin. Kepala Sekolah Tomoe, Mr. Sosaku Kobayashi yang sangat mencintai alam, musik dan anak-anak ini mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan murid-muridnya terutama Totto-Chan. Mr. Kobayashi juga terus mengatakan Totto-Chan adalah anak yang baik, sehingga Totto-Chan mempercayainya. Kisah nyata ini sangat penting untuk diketahui dan kita bisa banyak belajar dari setiap kejadian di buku ini. Bacaan yang mengajarkan persahabatan, rasa hormat, menghargai orang lain dan bacaan yang cukup mudah dipahami ini akan mengantarkan kita kehidupan masa kecil Totto-Chan yang penuh makna!


#3


The Way of Youth, buku yang mengajarkan kita bersikap bijak dalam keluarga, persahabatan, cinta, belajar, pekerjaan, impian dan tujuan, kepercayaan diri, welas asih dan memandang secara keseluruhan akan memberikan kita kebijakkan yang dapat kita aplikasi kan di dalam kehidupan yang terkadang sangat menyakitkan. Saya suka sekali dengan tulisan di buku ini tentang Orang tua, penting bagi kita untuk berbesar hati. Jika salah satu orangtua berteriak padamu, berpikirlah saja, “Suara kencang berarti ibu sehat; itu bagus sekali.” Atau, “Oh, ayahku sayang padaku, aku memahaminya.” Bila kau bisa berpandangan seperti ini terhadap orangtuamu, itu tanda nya kau semakin dewasa.” kata Daisaku Ikeda, penulis The Way of Youth. Bagaimana? Keren kan? Sudah jelas sekali buku ini sangat patut dibaca oleh siapapun terutama remaja.

----

Mengapa kita harus membaca? Sebenarnya buku bukan hanya untuk DIBACA, tetapi dipahami makna nya dan dipraktekkan. Tak perlu membaca kalau anda menganggap membaca itu hanya sebagai selingan ataupun hiburan. Sah-sah saja jika anda menganggapnya begitu, jika anda membaca komik Sinchan. Tapi untuk jenis buku seperti yang saya jabarkan, adalah buku yang pantas dibaca oleh setiap orang. Makna yang terkandung di dalamnya, meminta setiap pembacanya menemui dan merasakannya sendiri. Membaca bukanlah hal yang membosankan, justru bisa membuat hidup kita menjadi lebih baik jika dipahami dengan benar.

Salam baca!

Jumat, 03 Juli 2015

Book Review: The Naked Traveler

Naked Traveler 1-4
Akhirnya setelah sekian lama, selesai juga membaca buku Naked Traveler. Saya awalnya nggak tahu ada buku seperti ini, sampai suatu hari acara TV menayangkan 2 Traveller Indonesia yang keceh! Yang satu Trinity, yang satu lagi Claudia Kaunang. 2'2 nya sama-sama keren, saya beli buku mereka tapi setelah diamati saya lebih suka tulisan Trinity, yaitu Naked Traveler 1,2,3,4. Dan yang sangat saya sukai yaitu pembatas buku di setiap buku Trinity. Khusunya bagi para pembaca setia buku, pasti tahu banget arti pembatas buku. Hihihi...

Ada banyak kisah menarik yang dituturkan dengan gaya bahasa yang santai dan ringan oleh Trinity dalam buku ini. Lucu, sedih, mendebarkan, bahkan menyebalkan. Semua itu menjadi bumbu sedap dalam pengalamannya menjadi “backpacker” yang melanglang buana ke berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar negeri. Melalui buku ini, ada berbagai macam informasi tentang kebudayaan berbagai bangsa yang unik, tempat-tempat yang “harus” dikunjungi atau dihindari, serta tips dan trik saat traveling. Bisa jadi, setelah menamatkan buku ini, kita justru semakin mencintai negeri sendiri.


Selama ini, kebanyakan isi tulisan perjalanan di media hanyalah tentang sesuatu yang indah-indah. Kita serasa disodori brosur yang menggunakan bahasa berbunga-bunga dan foto-foto hasil rekayasa digital agar pembaca tergerak untuk mengunjungi tempat tersebut. Padahal traveling tidak selalu enak dan nyaman. Suatu tempat tidak selalu indah dan bagus. Kenangan perjalanan yang paling diingat Trinity pun bukanlah tentang keindahan arsitektur suatu bangunan atau putihnya pasir pantau, tapi pesawat yang delay atau orang lokal yang tidak ramah. Pengalaman (yang sering tidak terduga) saat melakukan perjalanan jauh lebih berwarna. Seperti kata pepatah: "It’s not the destination, but the journey." (Saya copas 2 paragraf terakhir ini dari sinopsis Naked Traveler 1-2, jadi saya bukan plagiat yah...)




Naked Traveler 1 
Cerita favorit saya di Naked Traveler 1, yaitu Si Kumbang, saya kira piaraan nya Trinity, saya kira lucu juga ya bisa melihara kumbang tapi, ehh ternyata... Kumbang itu nama panggilan sayang ke mobil nya! Hahaha. Eh, pernah makan daging rendang 2kg sekaligus di airport? Nah, teman Trinity yang berkewarganegaraan Amerika ini pernah lho! Waduh. Dari buku ini, saya baru tahu ternyata Lady Diana dan sejumlah orang terkenal lainnya pernah menginap di Pulau Moyo, Sumbawa. Tuh kan terbukti Indonesia itu keren banget sampai-sampai selebritis saja pernah menginap. Penasaran apa saja keseruan dan kejadian seram yang dialami Trinity di Pulau Moyo? Seram banget dech! Hiiiii~


Naked Traveler 2 
Tentu saja Naked Traveler 2 nggak kalah serunya dengan Naked Traveler 1. Dari pengalaman Trinity yang mengikuti tur musik mereka keliling Indonesia, menurutnya menjadi orang terkenal tidak menyenangkan, sedikit-sedikit dikerubuti penggemar. Lagi sarapan, ada saja yang minta tanda tangan, minta foto. Mau leyeh-leyeh di kolam renang hotel, segerombolan orang mengerubungi dan menonton--seperti nemu mayat saja! Sampai-sampai salah satu SPG toko buku pingsan ketika mengetahui yang sedang beli buku adalah superstar! Bagi Trinity, Travelling with superstar = ikutan kena cakar dan terdorong-dorong akibat tindakan agresif para penggemar. Memang seru banget menikmati tulisan Trinity, satu judul ini saja seru banget bagaimana judul lainnya? Seru nya pol deh!


Naked Traveler 3
Rasa suka saya terhadap buku Naked Traveler ini bertambah karena dengan adanya ilustrasi yang mirip banget sama Trinity! Ahh, kagum banget sama tulisan dan ilustrasi nya!


Naked Traveler 4 
Di Naked Traveler 4, dikasih prinsip jalan-jalan murah oleh Trinity, saya berasa ini seperti buku pelajaran wajib untuk para Traveler. Selain pengalaman-pengalaman nya yang buat ngakak akut! Juga disertai prinsip untuk jalan-jalan murah. Kurang apa cobak! Hihihi...


---

Saya sama sekali tidak sedang melakukan promo. Tulisan saya di blog adalah non-profit. Saya menulis karena hobi. Walaupun saya bukanlah seorang Traveler, tapi saya senang sekali bisa membaca buku Naked Traveler 1-4, saya berasa telah mengunjungi tempat-tempat yang bahkan belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Bijak apabila kita bisa mendapakan pelajaran berharga dari pengalaman orang lain. Memang nggak ada salah nya sama sekali sinopsis Naked Traveler 1 yang menyatakan bahwa setelah menamatkan buku Naked Traveler, saya justru semakin mencintai negeri sendiri yaitu Indonesia. Thanks mba Trinity yang sudah sharing perjalanan nya di setiap halaman buku. Cerita yang dibuku-kan tak lekang oleh waktu.


Anda bisa berkunjung ke website nya mba Trinity : www.naked-traveler.com


Jumat, 05 Juni 2015

Seorang Anak Kecil yang Bijak

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba balap mobil mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa empat orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab memang itulah peraturannya. Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam empat anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyaksikkan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan semua itu, sebab mobil itu buatan tangannya sendiri. Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. setiap anak mulai bersiap digaris start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Disetiap jalur lintasan, telah siap empat mobil, dengan empat pembalap kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan empat jalur terpisah.

Namun, sesaat kemudian Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdo'a. Matanya terpejam, dengan tangan yang bertangkup memanjatkan do'a. Lalu, semenit kemudian, ia berkata "Ya, aku siap..." Doorr...!! Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobilpun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing.

"Ayoo.. ayo.. cepat.. cepat.. maju.. maju"

Begitu teriak mereka. Tak lama, sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finis pun telah terlambai. Dan Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark, ia berucap, dan berkomat-kamit dalam hati "Terima kasih..." Saat pembagian piala tiba. Mark maju kedepan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya.

"Hai jagoan, kamu tadi pasti berdo'a kepada Tuhan agar kamu menang bukan?" Mark terdiam. "Bukan pak, bukan itu yang aku panjatkan," kata Mark.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain." - "Aku hanya bermohon pada Tuhan, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan. 
Sumber
"Mari renungi, perkataan bijak dari seorang anak kecil ini..."