Kamis, 05 Februari 2015

"Merendah Sampai Tak Bisa Direndahkan"

Hai semua! Apa kabar? Saya harap anda semua bisa selalu menjadi pribadi yang kuat dan selalu bisa menjadi berkat bagi siapapun :D

Well, malam ini saya akan berbagi tentang sesosok pria yang tulisan beliau sangat saya kagumi.



"Merendah sampai tak bisa direndahkan, Mengalah sampai tak bisa dikalahkan"

Dia adalah Gobind Vashdev.


Sebagai pembicara publik, Gobind selalu memotivasi orang lain untuk menjadikan dunia ini lebih indah, berpikir positif dan memilih untuk hidup sehat tanpa menyakiti makhluk hidup lain. Karena itulah saya pribadi sangat kagum kepada Pak Gobind sharing-kan. Sampai-sampai saya hampir merangkum semua artikel nya dan saya simpan dalam bentuk PDF dari Facebook maupun Website nya. 
Semoga apa yang dia tulis dapat menjadi renungan bagi saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi, bisa selalu peduli dengan keadaan alam sekitar, selalu melindungi alam dan selalu berbuat baik pada sesama. Dan juga bisa membawa berkat kepada para pembaca.



LATAR BELAKANG GOBIND VASHDEV

Gobind lahir dan menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Surabaya sebelum pindah ke Jakarta dan akhirnya menetap di sebuah desa di Bali yang bernama Ubud. Ia tidak lulus dari S1, namun sejak kecil gobind memiliki ketertarikan yang besar pada pelajaran yang bersifat informal, buatnya setiap orang adalah Guru, setiap tempat adalah sekolah dan setiap jam adalah waktu belajar. Ia senang menyebut dirinya dengan julukan Heartworker, seorang pekerja hati. 
Menjadi vegetarian lebih dari 20 tahun sama sekali tidak menghambat langkahnya dalam berkiprah di dunia yang dicintainya ini. gobind terus aktif berkeliling ke tempat-tempat konflik dan bencana di Indonesia dalam melakukan aktivitas sosialnya. Ia tergabung dalam berbagai organisasi dan klub sosial untuk menyalurkan kecintaannya terhadap setiap makhluk hidup. gobind menemukan kebahagiaan dalam berbagi dan memberikan apa yang Ia miliki kepada orang lain. Baginya hidup bukanlah sebuah perlombaan untuk mengumpulkan sebanyak-banyaknya, namun, adalah apa yang bisa kita berikan kepada dunia sebelum kita meninggalkannya.
Dalam seminar dan pelatihannya gobind selalu memotivasi orang lain agar terus berbuat sesuatu untuk menjadikan dunia ini tempat yang lebih indah, berpikir cerah, hidup lebih sederhana, pola makan sehat tanpa menyakiti makhluk hidup lain dan perduli pada Alam. Ia tidak menggunakan sabun, shampo, pasta gigi atau bahan-bahan yang mebebani Alam ini. Baginya Alam adalah Guru yang sudah terlalu baik yang patut kita hormati dan pelihara.
Selain itu, ia juga selalu mengingatkan bahwa memiliki kesempatan hidup sebagai manusia adalah kesempatan yang tak ternilai harganya, sayang sekali bila harus dikotori hanya untuk kesenangan sesaat.
Beratraksi sulap adalah hobby sekaligus sebagai jembatan yang menghubungkan dia dengan kecintaannya yaitu bermain dengan anak-anak. Selain sebagai seorang pembicara di beberapa radio di Jakarta, Surabaya dan Bali, Gobind telah merilis buku perdananya yang telah menjadi Bestseller, berjudul Happiness Inside dan kalender Abadi yg bernama Awareness INsights.
Gobind Vashdev berkata :
“Anda tidak memerlukan keberanian membentak lawan Anda sebesar keberanian mencintai musuh Anda.”

“Tujuan manusia bukan untuk bersaing, tujuan kita adalah mengeluarkan yang terbaik dalam diri pada dunia yang sudah terlalu baik pada kita.”

“Awalnya aku tidak tahu, lalu aku belajar dan di akhir perjalanan aku sadar kalau aku tidak tahu.”

“Mohon maaf…kata rugi dan percuma yg anda cari, tidak terdapat di kamus ikhlas.”

“Manusia tdk pernah khilangan apa2, karena manusia tidak penah memiliki apa2. Aku & punyaku hanyalah ego yang hanya melekat di pikiran.”

“Letakkan apa yg kamu ketahui agar pikiranmu dpt mengambil sesuatu yg baru dari alam semesta yg tak terbatas ini.”

“Tuhan telah menyebarkan permen keceriaan di banyak tempat, sayang kita terlalu sibuk untuk memungutnya.”

“Ketika Anda kehilangan sesuatu, pastikan Anda tidak kehilangan pelajarannya.”

“Dikala kita mampu menerima dengan sepenuhnya sisi terang dan gelap dalam diri kita, tunas kesembuhan mulai bertumbuh.”

“Tidak punya waktu utuk berefleksi sama halnya kita tidak punya waktu untuk berkembang.”

“Manusia telah melupakan kapasitas kemampuannya untuk mencintai tanpa batas.”

“Setelah belasan tahun sejak sekolah dasar kita belajar dengan tujuan mendapatkan kehidupan finansial yang baik, berapa waktu yang kita alokasikan untuk belajar tentang keluarga?”

“Di bumi ini Hanya ada 2 jenis manusia, keduanya adalah guru yang istimewa. Yang pertama adalah Ia yang mengajarkan kebijaksanaan dan yg kedua Ia yang memberi kita kesempatan mempraktekkan kebijaksanaan tersebut.”

“Kita bisa menikmati hidup kapanpun dan dimanapun, sayang sekali kalau kita membatasi diri kita dengan baru akan menikmati hidup dengan syarat punya jumlah tabungan tertentu atau pada usia tertentu.”

“kita semua adalah daun yg bertumbuh di pohon yg sama, mengapa harus bersaing, apalagi membenci?”

“Cintai setiap hal, sehingga tiada ruang setitikpun untuk yang lain masuk ke dirimu.”

“Tidak ada sebuah katapun yang dapat menyakiti seseorang, kata-kata selalu datang dalam keadaan netral, hanya program yang ada di dalam diri sendirilah yang mampu menumpulkan atau meruncingkan kata tersebut.”

“Maukah kita melepas yang kita telah terima? Mungkin mulailah dengan melepas sesuatu benda kecil yang sudah lama tak terpakai lalu lepaskan sesuatu yang lebih benilai atau bahkan yang tidak terlihat sekalipun. Beranikah Anda melepas pujian, penghargaan atau penghormatan yang Anda terima? Sadarilah Anda adalah Anda. Anda bukanlah gundukan pujian atau timbunan makianapapun sebutannya, keduanya adalah beban yang membuat Anda tidak bisa terbang menjadi diri Anda yang sejati.”

“Seperti halnya alam, seperti itu pula manusia, ketika usia mulai senja, pandangan mulai mengabur, keheningan muncul menggantikan hiruk pikuk, aktivitas melambat. Saatnya masuk ke dalam dan biarkan kemewahan di luar tergantikan keindahan di dalam.”

“Keluhan dan kebahagiaan seperti terang dan gelap, keduanya tidak mungkin hadir bersamaan. Mulailah hari dengan janji untuk tidak mengeluh pada apapun yang terjadi, karena semuanya adalah berkah yang akan membawa kita pada kita pada kesadaran yang lebih baik.”
“Ketika seseorang membakar rumah Anda, apa yang pertama akan Anda lakukan? Memadamkan api atau mengejar pelakunya? Dan bagaimana bila seseorang membakar hati Anda? Apa yang pertama kali Anda akan lakukan?”
-----

ARTIKEL GOBIND VASHDEV yang PATUT DIBACA, DIPAHAMI dan DITERAPKAN :

BOTOL TERBUKA
Seorang anak lahir setelah 11 tahun pernikahan. Mereka adalah pasangan yg saling mencintai dan anak itu adalah buah hati mereka. Saat anak tersebut berumur dua tahun, suatu pagi si ayah melihat sebotol obat yg terbuka. Dia terlambat untuk ke kantor maka dia meminta istrinya untuk menutupnya dan menyimpannya di lemari. Istrinya, karena kesibukannya di dapur sama sekali melupakan hal tersebut. Anak itu melihat botol itu dan dengan riang memainkannya. 
Karena tertarik dengan warna obat tersebut lalu si anak memakannya semua. Obat tersebut adalah obat yg keras yg bahkan untuk orang dewasa pun hanya dalam dosis kecil saja. Sang istri segera membawa si anak ke rumah sakit. Tapi si anak tidak tertolong. sang istri ngeri membayangkan bagaimana dia harus menghadapisuaminya.Ketika si suami datang ke rumah sakit dan melihat anaknya yang telah meninggal, dia melihat kepada istrinya dan mengucapkan 3 kata.

Pertanyaan :
1. Apa 3 kata itu?
2. Apa makna cerita ini?

Jawaban :
Sang Suami hanya mengatakan "SAYA BERSAMAMU SAYANG"
Reaksi sang suami yang sangat tidak disangka-sangka adalah sikap yang proaktif. Si anak sudah meninggal, tidak bisa dihidupkan kembali. Tidak ada gunanya mencari-cari kesalahan pada sang istri. lagipula seandainya dia menyempatkan untuk menutup dan menyimpan botol tersebut maka hal ini tdk akan terjadi. Tidak ada yg perlu disalahkan. Si istri juga kehilangan anak semata wayangnya. Apa yang si istri perlu saat ini adalah penghiburan dari sang suami dan itulah ygdiberikan suaminya sekarang.
Jika semua orang dapat melihat hidup dengan cara pandang seperti ini maka akan terdapat jauh lebih sedikit permasalahan di dunia ini. "Perjalanan ribuan mil dimulai dengan satu langkah kecil." Buang rasa iri hati, cemburu, dendam, egois dan ketakutanmu. Kamu akan menemukan bahwa sesungguhnya banyak hal tidak sesulit yang kau bayangkan.

Moral Cerita
Cerita ini layak untuk dibaca.
Kadang kita membuang waktu hanya untuk mencari kesalahan org lain atau siapa yg salah dalam sebuah hubungan atau dalam pekerjaan atau dengan orang yg kita kenal. Hal ini akan membuat kita kehilangan kehangatan dalam hubungan antar manusia.
Best Story for live.
-----

RAHASIA KEBAHAGIAAN
Seorang pemilik toko mengirim putranya untuk belajar tentang rahasia kebahagiaan dari pria yang paling bijaksana didunia. Si Bocah mengembara, menyebrangi gurun selama empat puluh hari, dan akhirnya sampailah dia ke satu istana yang indah, tinggi di puncak gunung, di sanalah orang bijak itu tinggal. Tanpa mencari orang bijak itu dulu, pahlawan kita langsung memasuki ruang utama istana itu, melihat macam-macam kegiatan: para pedagang datang dan pergi, orang-orang berbincang di sudut-sudut, orkestra kecil memainkan musik yang lembut, dan ada sebuah meja yang dipenuhi piring-piring makanan terlezat yang ada di belahan dunia tersebut. 
Si orang bijak bercakap-cakap dengan setiap orang, dan si anak harus menunggu selama dua jam sebelum akhirnya dia mendapatkan perhatian orang itu. Orang bijak itu mendengarkan dengan penuh perhatian keterangan si anak tentang alasan dia datang, tapi berkata bahwa dia tidak punya waktu untuk menerangkan rahasia kebahagiaan. Dia menyarankan anak itu untuk melihat-lihat istana dan kembali dalam dua jam. “Sambil kamu melihat-lihat, aku ingin kamu melakukan sesuatu untuku,” kata orang bijak itu, menyodorkan sendok berisi dua tetes minyak. “Sambil kamu keliling, bawahlah sendok ini tanpa menumpahkan minyaknya.” Anak tadi mulai naik turun tangga-tangga istana, dengan pandangan tetap ke arah sendok itu. Setelah dua jam, dia kembali ke ruangan tempat si bijak berada.

“Nah,” tanya orang bijak itu, 

“Apakah kamu melihat tapestri persia yang tergantung di ruang makanku?” 
“Apakah kamu melihat taman yang di tata pakar pertamanan selama sepuluh tahun itu?” 
“Apakah kamu memperhatikan kertas kulit yang indah di perpustakaanku?” 


Anak itu merasa malu, dan mengaku dia tidak memperhatikan apa-apa. Perhatiaannya hanya tertuju pada minyak di sendok itu supaya tidak tumpah, seperti yang di percayakan si orang bijak kepadanya. “Kembalilah dan perhatikan duniaku yang mengaggumkan ini” kata si orang bijak. “Kamu tidak dapat mempercayai orang kalau kamu tidak tahu rumahnya.” “Dengan lega, anak itu mengambil sendok tadi dan kembali menjelajahi istana itu, kali ini dia memperhatikan semua karya seni di atap dan di dinding. Dia melihat taman-taman, pegunungan di sekelilingnya, bunga-bunga yang indah, dan mengaggumi selera dibalik pemilihan segenap hal yang ada di sana.
Sekembalinya dia ke orang bijak itu, dia mengungkapkan secara terinci semua yang dilihatnya. “Tapi mana minyak yang kupercayakan padamu?” tanya si orang bijak. Memandang ke sendok yang dipegangnya, anak itu melihat minyak tadi telah hilang. “Baiklah hanya satu nasihat yang bisa kuberikan padamu,” kata manusia terbijak itu.” Rahasia kebahagiaan adalah melihat semua keindahan dunia, dan tak pernah melupakan tetesan minyak di sendok.”

Dear Friend…
Suatu contoh konsep keseimbangan yang bagus sekali, sementara manusia menempatkan duniawi dan spritualitas di dua kutub yang bertolak belakang, si bijak melihatnya sebagai dua aspek dari kekuatan tunggal..
Di kesempatan lain si bijak berkata “Hiduplah seperti teratai yang tumbuh di air namun tetap kering daunnya.”
Hiduplah di dunia tetapi jangan menjadi milik dunia, nikmatilah apa yang Pencipta telah sediakan tetapi dengan pengertian yang dalam dan pikiran yang terang. Jangan biarkan pikiran terikat pada benda-benda dunia yang bersifat sementara sehingga perpisahan dengannya dapat menjadikan kita gelisah dan sedih. Berusahalah untuk mengetahui harga sebenarnya dan nilai sesunggunya dari semua itu. Benda-benda itu dimaksudkan untuk kita gunakan.janganlah kita menjadi budaknya.
-----

MEMILIH SANTAI
Dijajaran teman atau sahabat bahkan keluarga saya menilai diri saya hidup dengan santai. Malah mungkin ada yang memberi saya label malas, saya tidak keberatan dengan cap tersebut bahkan terkadang bangga. Memang tidak umum di tengah gencar-gencarnya pembangunan fisik, pertumbuhan ekonomi seperti saat ini, dimana produktif adalah berarti memproduksi sebanyak-banyaknya, saya lebih sering "tidak melakukan apa-apa".
Ada yang datang dan berkata, "Gobind kalau kamu mau mengurangi waktu santaimu mungkin akan ada lebih banyak tulisan yg tercipta, materi yang dibagi atau uang yang kamu peroleh." Saya menjawab, "Kalau saya tidak punya waktu santai pasti saya juga tidak punya bahan untuk ditulis dan dibagi."
"Waktu adalah uang" adalah kalimat yang telah memporak-porandakan keselarasan kita dengan hidup. Walaupun jumlah alfabet lebih banyak daripada jumlah angka, namun rasanya angka-angka lebih banyak terabur dan terhambur di otak kita semua. Walau kita tidak langsung memikirkan uang, namun sebagian kegiatan kita di drive oleh angka yang tercetak pada lembaran-lembaran itu.
"Uang bukan segalanya namun segalanya perlu uang." saya ingin menambahkan kata "keinginan" diantara kalimat diatas menjadi "Uang bukan segalanya, namun segala keinginan kita perlu uang."
Kebutuhan hidup yang memerlukan uang tentulah tidak banyak, namun keinginan untuk mendapat kembali penerimaan, pujian, pengakuan dan penghormatan yang dulunya banjir diberikan sewaktu kita kecil susah kita taklukkan. Tentu tidak ada yang salah, bagi siapapun yang mengejar pundi harta atau status, setiap orang bertumbuh sesuai dengan kesadarannya, kita pun selayaknya tidak menghakimi siapapun, setiap orang mempunyai masa lalu dan pengalaman fisik dan pikiran yang berbeda satu dengan lainnya.
Kita semua ingin bahagia, kita mencari kebahagiaan sesuai dengan tingkat kesadaran kita masing-masing, mereka yang mencari diluar biarkan bermain diluar, akan tiba waktunya bel kesadaran memanggil masuk kedalam. Seperti kesepian tidak mungkin disembuhkan dengan berhubungan dengan orang diluar, begitupula penerimaan, penghargaan, penghormatan, dan pengakuan, semuanya hanya didapat dengan cara menerima dan menghormati sepenuhnya diri yang didalam. Kebahagiaan adalah hal yang sederhana, bahkan hal yang paling sederhana di alam ini, semua yang diperlukan untuk berbahagia ada didalam diri setiap makhluk. 
Mulailah bersyukur dari hal-hal kecil, lihatlah kilau pernak pernik indah yang bergelimpangan sepanjang jalan hidup ini, seperti kata orang bijak dibawah ini. "Banyak orang gagal menerima Nobel, Oscar, Pulitzer, tetapi kita semua dapat memperoleh kesenangan-kesenangan kecil. Usapan punggung, ciuman di belakang telinga, suara keras bas, bulan purnama, tempat parkir kosong, makanan enak, matahari tenggelam yang agung, sup panas. 
Jangan resah karena ingin memperoleh penghargaan hidup yang hebat. Nikmati kesenangan kecil yang tersedia banyak untuk kita. Begitu sering dan begitu banyak yang terlewat, dan mungkin kita baru akan menyadari ketika waktu tinggal sedikit lagi. Disaat saya membaca kalimat manusia bijak dibawah ini, tidak terasa airmata mengalir dan menyadari kebenarannya walau belum mengalaminya :
"Di akhir hidupmu, engkau akan menemukan bahwa hal-hal dulu yg engkau pikir adalah hal-hal besar sebenarnya adalah hal-hal kecil, dan semua hal yg engkau pikir hanyalah hal-hal kecil yg tidak penting adalah hal-hal yg penting dan besar."
Dan saya juga ingin mengingatkan diri sendiri kembali dua kalimat yang dikatakan Prof. Morrie Schwartz dalam bukunya yg melegenda Tuesdays with Morrie :
"When you realize you are going to die, you see everything much differently."

"If you accept that you can die at any time - then you might not be as ambitious as you are."
Kematian adalah salah satu guru terbaik yang mengajarkan makna kehidupan lebih baik daripada siapapun, hanya dengan menyadari kematian secara penuh barulah apa yang kita jalani sekarang ini boleh disebut Hidup.

-----
Yang saya kagumi :

Pak Gobind sangat menghormati istrinya, Tika. Dia menganggap Tika adalah guru cantiknya. Salam berkat ya Pak buat keluarganya.

Bagi saya, ini undangan pernikahan yang paling keren yang pernah ada!
















---

Saya harap setelah anda yang membaca ini, siapapun anda seorang direktur, ibu rumah tangga, pelajar, pengusaha, dll. Pastikan anda mendapatkan buah pelajarannya dari pohon kehidupan ini melalui tulisan-tulisan Gobind Vashdev.
Salam berkat dan selalu berbuat baik lah kawan :)


Ingin membaca lebih banyak artikel lagi dari Pak Gobind? Kunjungi: Sumber