Minggu, 22 Maret 2015

Cara Mengatasi Pc Settings Windows 8 yang Error

Wah, ternyata untuk merawat laptop tidak semudah yang dipikirkan. Baru saja Pc Settings Windows 8.1 di Laptop saya tidak bisa dibuka, jelas saya cukup kelabakan. Mengingat Pc Settings sangat penting sekali! Setelah cari cara di Om Google. Saya nemuin satu cara yang ampuh nih!

-----

Berikut langkah fix dari hasil pencarian di google.
Cek dulu apakah shortcut PC Settings ada di komputer dengan melihat di direktori:

C:\ProgramData\Microsoft\Windows\Start Menu\Programs 
  • Kalau tidak ada maka buat dulu shortcutnya (dalam kasus saya, shortcut itu masih ada).
  • Cukup download file zip di sini dan paste hasil ekstrak ke folder di atas.
  • Selesai. Coba buka menu PC Settings.


Kalau masih tidak bisa terbuka lanjut ke bawah.


-----

Dalam kasus saya karena shortcut masih ada, maka langkah fix-nya cukup dengan menjalankan command berikut di elevated command prompt :
(Copy lalu paste di Run, setelah itu klik OK).



powershell -ExecutionPolicy Unrestricted Add-AppxPackage -DisableDevelopmentMode -Register $Env:SystemRoot\ImmersiveControlPanel\AppxManifest.xml



Selesai.
Sekarang menu PC Setting sudah bisa dibuka.

Credit and thanks to Brink @eightforums


-----

Untuk store yang tidak bisa dibuka bisa diatasi dengan menjalankan command berikut:
(Copy lalu paste di Run, setelah itu klik OK)

powershell -ExecutionPolicy Unrestricted Add-AppxPackage -DisableDevelopmentMode -Register $Env:SystemRoot\WinStore\AppxManifest.XML





Semoga membantu!
and...
Big thanks to Sumber



*****

Sabtu, 21 Maret 2015

Movie Review: A Thousand Words

Nah, kalau yang film yang satu ini nggak kalah kece nya sama Movie Review saya yang sebelumnya. Jujur dan jujur, saya sangat senang sekali sama film seperti ini. Nih, saya ulas sedikit ya.




A Thousand Words, film yang disutradarai Brian Robbins ini jelas sangat mengagumkan! Bagaimana tidak, film yang peran utamanya dimainkan oleh Eddie Murphy ini sangat hilarious! Eitss... tapi, bukan hanya kelucuan nya saja yang saya senangi, tapi... juga pesan dari film ini sangat ngena sekali dan sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari kita. Film ini menceritakan tentang seseorang yang bernama Jack McCall, seorang Kepala Instansi Sastra yang pintar dan mata duitan dan pandai sekali bicaranya. Kata-kata nya cukup berpengaruh di sekitar kehidupannya. Suatu hari,  dia menyadari bahwa dirinya hanya memiliki seribu kata untuk diucapkan sebelum meninggal, lalu hidup nya berubah menjadi......
Jadi nggak seru kan, kalau saya keceplosan cerita, nanti malah spoiler bagi yang belum nonton film ini. (Hahaha!) Yang akan disampaikan adalah pesan cerita tersebut, saya sadar sekali bahwa banyak sekali hubungan-hubungan antar manusia retak hanya karena terlalu banyak berbicara dan jarang mendengarkan. Ironis memang. Tapi, kita masih bisa memperbaiki kesalahan yang telah dibuat dengan kemauan belajar yang kuat untuk mendengarkan dan menjadi pribadi yang selalu bisa menjadi berkat bagi siapapun.

Semoga setelah nonton film ini, kita bersedia untuk mau dan bisa mawas diri (=self-correction through introspection) Kita bisa menggunakan kata-kata yang keluar dari mulut kita hanya untuk menjadi berkat dan menjadi positif bagi orang yang mendengarkannya. Bukan untuk menggunakan kata-kata yang tidak penting, apalagi kata-kata yang kasar dan menyakitkan. Saya pernah denger, kalau mulut itu punya kuasa. Tidak bisa dipungkiri, memang benar sekali. Jadi, berhati-hatilah dalam mengolah kata-kata yang keluar dari mulut kita yang punya kuasa ini.

Pertanyaan untuk anda dan untuk saya juga : Jika anda hanya tersisa 1000 kata untuk disampaikan kepada orang-orang sebelum meninggal, apa yang akan ada sampaikan? Think wisely.








"Remember, Our words have profound incredible effect to the entire universe."


*****

Jumat, 20 Maret 2015

Movie Review: Tom Hanks is Forrest Gump

Saat saya sedang searching film-film bagus, saya menemukan Forrest Gump dan sekaligus membaca sinopsis nya. Jujur, saya sangat penasaran sekali karena disana tertulis bahwa ini menceritakan tentang seseorang bernama Forrest Gump yang IQ nya dibawah rata-rata (<75).


Forrest Gump adalah film drama Amerika Serikat tahun 1994, berdasarkan novel tahun 1986 karya Winston Groom. Film ini sukses secara komersial dan menjadi film terlaris di Amerika Utara pada tahun perilisannya. Film ini meraih total 13 nominasi Academy Awards dan memenangkan enam diantaranya, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Robert Zemeckis), dan Aktor Terbaik (Tom Hanks). 
Film ini menceritakan tentang seorang pria dengan IQ 75 dan epik perjalanan hidupnya, bertemu dengan tokoh-tokoh bersejarah, memengaruhi budaya pop dan bahkan turut di dalam peristiwa-peristiwa bersejarah tanpa menyadari betapa pentingnya peristiwa itu, akibat kecerdasannya yang di bawah rata-rata. Film ini berbeda secara substansi dari karya novel aslinya. Sumber






Memang benar, ini bukan film based on true story, tapi saya rasa sangat patut untuk ditonton dan diambil pelajarannya. Karena walaupun film ini menceritakan tentang seseorang yang IQ nya dibawah rata-rata tetapi saya menyadari bahwa perilaku nya masih jauh lebih baik dari kita yang IQ nya mungkin jauh lebih tinggi darinya. Bisa saja EQ (Emotional Intelligence) jauh lebih baik dari kita. 
Apalagi peran utama tersebut dimainkan oleh Tom Hanks yang saya rasa dia sangat menawan dan keren sekali perannya disini! Dan ada juga tentang perjalanan cinta nya Forrest Gump, I think his love is too big for her! Because..... nggak seru nih kalau saya yang ceritain semua disini, karena yang menonton film ini akan langsung terinspirasi dengan hal yang baik. Yang saya tangkap, film ini mengajarkan kita untuk selalu pegang kata-kata kita, selalu setia pada kawanmu, selalu bisa ceria dalam menghadapi situasi apapun dan yang paling terpenting adalah kita tak perlu jadi orang lain, cukup jadi diri sendiri dan cintai diri kita sendiri.






















*****

Rabu, 18 Maret 2015

Apa benar pikiran itu.....?

Hi Little World Readers!

Saya ingin menyampaikan sesuatu yang sudah cukup lama ada di benak ini. *ehem-ehem*
Ntah kenapa saya berpikir bahwa otak kita sudah di setting dari awal, contoh : Kita akan sangat terpuaskan kalau hal-hal yang baik terjadi dan kecewa berat mendapati hal-hal yang buruk. Kenapa begitu? Itulah bahaya pikiran yang belum sampai pada pengertian tertentu. Kita harus berani merubah mindset kita dengan : banyak membaca buku, berbagi pikiran, selalu bertanya dengan orang yang sudah tercerahkan. Inilah kekuatan pikiran, pikiran kita bisa membunuh atau menyelamatkan---It’s choice! Anda pilih yang mana?

Saya memilih ketenangan di dalam kekacauan.
Saya memilih sisi terang dalam kegelapan.
Saya mengambil hikmah di dalam setiap rintangan.
Saya ingin selalu sepenuhnya sadar setiap detik.

Ini dia kutipan dari <Meditasi – Sebuah Petunjuk Praktis, hal.9> Kathleen McDonald : “Menaklukkan pikiran dan membawanya kearah pemahaman yang benar akan kesunyatan bukanlah hal yang mudah. Ini membutuhkan proses perlahan dan bertahap untuk menyimak dan membaca penjelasan dari pikiran dan sifat semua fenomena ; menafsirkan dan dengan seksama menganalisis informasi ini ; serta akhirnya mengubah pikiran melalui MEDITASI.”



"Jangan sampai pikiran kita membatasi kita untuk melakukan apa yang baik dan pastinya berguna bagi makhluk hidup. Perdalam lah pikiran dan pengetahuan yang bijak."
BE MINDFUL and BE WISE.

Salam Berkat dan selalu berbuat baik yah!

Jumat, 13 Maret 2015

"Life is too short to....."

Hai Pengunjung Little World! *nyengir* *kepakjubah* *abaikan*

Saya ingin sekali berbagi pemikiran saya yang sudah cukup lama ada di benak.


Entah sejak kapan saya berpikir bahwa hidup sebenarnya sangat singkat. Jika kita ingin melakukan sesuatu yang baik, lakukanlah karena "Life is too short to wait". Jika kita ingin membaca buku yang kita suka, menulis blog dengan kualitas yang buruk sekalipun, bermain musik dengan gaya apapun, berbincang dengan sahabat, lakukanlah! Apapun yang baik tak perlu waktu yang tepat untuk melakukannya. Karena saya sangat sadar sekali, kapanpun kita bisa meninggalkan dunia ini tanpa aba-aba. Bisa terjadi begitu saja. Pemikiran seperti ini saya gunakan saat sedang terpuruk, saya akan berkata dengan diri saya bahwa ini pun takkan berlangsung lama, semua akan berlalu, apalagi hidup ini. Jadi enjoy ajaaaa. Hohoho!


Mungkin quotes ini bisa lebih menyadarkan kita :






--- 

Saya juga berkenan mendengarkan pemikiran kalian tentang ini. Saya juga bisa memetik pelajaran nya dari pemikiran anda, silahkan share di comment box jika berkenan.
Salam Berkat dan selalu berbuat baik yah!


Jumat, 06 Maret 2015

Melepas Itu Indah

Hai para pengunjung Little World!

Saya baru menyadari sesuatu. Sesuatu yang menurut saya patut dibagikan. Singkat saja kok :D Hehehe! *seriusikit*


Baru saya sadari. Seringkali kita selalu sedih karena merasa lebih penting, kita merasa sangat menderita karena terlalu memeluk si ego. Seharusnya kita melepas setiap hal yang kita lekati termasuk mencintai orang atau apapun yang terlalu dalam. Menurut saya, biasa-biasa saja lebih baik daripada berlebihan. Hmm, lagipula sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, bukan?




Untuk menutupi rasa sedih kita seringkali kita menyalahkan orang lain, parahnya seringkali kita menyalahkan orang terdekat yang kita kasihi. Apa betul orang lain yang menyakiti? saya tegaskan, TIDAK! yang menyakiti adalah harapan kita terhadap yang diluar kita. Padahal kita sering menyangkal bahwa segala sesuatu pasti berubah, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. 


"Belajarlah melepas. Dengan melepas kita akan mengerti betapa berharganya hidup ini."
---

Ayo kita semua sama-sama belajar melepas yuk! Anda, ya betul anda dan saya sama-sama saling mendukung untuk melepas apapun yang melekat di kita. Setuju? Saya sih setuju, bagaimana dengan anda?

Sumber : Banyak baca (apapun terutama baca buku) dan berpikir lalu merasakan sendiri.