Kamis, 30 April 2015

Hitam Putih Goes to Campus!

Heyho! Senangnya bisa ketemu kalian lagi. Kali ini dari Little World mau ceritain pengalaman yang seru sangat, yang sebenarnya pada awalnya nggak kepikiran mau post tentang ini di blog.

"Apa sih emangnya?"

Nah, tepat hari Kamis, 30 April 2015 dan lebih tepatnya lagi hari ini. Acara Hitam Putih hadir di Auditorium salah satu kampus tempat saya menuntut ilmu, yang dimana saya mengambil jurusan jomblo *ehh?* *ehem* hihihi..






Acara nya uda pasti keren banget, gimana ga keren coba, yang bawain Deddy Corbuzier pasti top banget! Apalagi ditemani Gina, yaowohh Gina suara nya lucu nya kelewatan dan gemesin banget!! Pengen foto bareng tapi...... nggak bisa :'(

Tak apa-apa. Hiks.. hiks..

dan, hadirlah bintang tamu yang kece, yang satu pelantun lagu "Terlalu Lama Sendiri" dan yang satu lagi fashion blogger dan penulis. Mereka adalah Kunto Aji dan Diana Rikasari. Kalau yang Kunto Aji ini, jujur aja baru pertama kali tahu, tetapi sebelumnya pernah denger dan ga suka sama lagunya, tapi..... setelah langsung denger dia yang nyanyi, wah! Bagus dan menawan banget suaranya dan lagunya. Kalau Diana Rikasari, sebelum nya saya uda tahu dari buku #88lovelife hard cover dan berwarna catchy yaitu pink! Isi nya colorful dan berbahasa inggris. Suka deh!

Saya menangkap beberapa pelajaran dari jawaban para bintang tamu. Yang pastinya pertanyaan nya berasal dari Om Deddy dongs. Hihihi.

#1 :
Pastinya setiap orang punya haters, apalagi yang bekerja di bidang entertaiment, Kunto Aji sampai pernah dibilang haters: penonton nya sedikit, pasti nggak laku ini penyanyi, dll. Diana Rikasari pernah dikatain jelek. Dan bagaimana mereka menghadapinya, Diana mem-block yang dianggap cukup menggangu. Betul juga tindakan dia, karena buat apa juga kita fokus sama haters dan hal negatif lainnya. Om Deddy bilang dia juga banyak haters, Om Deddy: "Kamu banyak haters berarti kamu itu sukses." (kira-kira begini yang dia bilang kalau saya ga salah ingat).

#2 :
Kalau kita melakukan sesuatu harus diawali rasa suka, dan passion nya di hal tersebut. Contoh : yang suka nulis blog, tulis lah hal apa yang kalian minati. Yang suka nyanyi, ikuti banyak lomba. Yang suka fashion, sering-sering lah bersentuhan dengan dunia fashion dan siapa tahu bisa jadi seperti Diana Rikasari. Tapi, kalau bole jujur saya tidak tertarik dengan fashion nya ala Diana, tapi bukan berarti saya benci dan tidak bagus lho, hanya selera saja yang berbeda. Tapi, saya akui cara Diana fashion sangatlah unik dan berani. Dia juga baik banget ternyata, sampai menyekolahkan 400 anak. Wow! Saluuuuut... Saya jadi terinspirasi buat nulis buku juga seperti dia, doain ya.

#3 :
Kunto Aji dan Diana Rikasari bisa dibilang sukses di bidang nya masing-masing. Karena mereka suka melakukannya. (Catat: Suka) Om Deddy bilang melakukan hal yang kita sukai itu yang terpenting, bukan dari paksaan atau suruhan kita baru mau menjalaninya, I just love doing it, bukan untuk kesuksesan. Sukses itu BONUS. Tidak sukses, tapi kalau suka pasti tetap senang melakukannya. Great lesson today from you, you dan you.

---

Nggak nyesel ikuti acara ini! Padahal saya sudah nggak mau ikut karena nggak ada jadwal ke kampus. Tapi, saya pikir kapan lagi bisa ikut acara ini. Mana lagi tiket tapping Hitam Putih ini adalah satu-satunya tiket terakhir yang diberikan oleh kakak kelas saya. Thanks cici! ^.^

Selasa, 07 April 2015

DV SOS 2015: We Have Donated Vision!

Hi, Little World Readers!

Kali ini saya ingin berbagi tentang sebuah acara aksi kemanusiaan yang keren banget! DV SOS 2015 yang di support oleh Tzu Chi dan Teach For Indonesia. Pokoknya nggak sepertinya biasanya deh. Simak yah!

Apa itu DV SOS?
DV SOS merupakan singkatan dari Dhammavaddhana Sosial yaitu sebuah kegiatan sosial yang berada dalam kalender event KMBD (Keluarga Mahasiswa Buddhis Dhammavaddhana) Binus University.

Selanjutnya, apa itu DV SOS 2015?
Lebih dari 3,5 juta penduduk Indonesia mengalami kebutaan. Menurut survei Indra Penglihatan tahun 1993-1996 menunjukkan angka kebutaan di Indonesia sebesar 1,5% (paling tinggi di Asia), yang artinya jika ada 12 penduduk dunia buta dalam setiap 1 jam, 4 diantaranya dari Asia Tenggara dan dipastikan 1 orang berasal dari Indonesia.
Namun meskipun seperti itu, kepedulian pemerintah dan masyarakat Indonesia terhadap penyandang disabilitas penglihatan ini sangatlah minim. Kurangnya sarana dan prasarana sehingga sulitnya mendapatkan buku maupun alat bantu dan harga yang relatif mahal dari peralatan tersebut dan membuat para tunanetra tidak mampu mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka secara maksimal. Padahal para tunanetra mendapatkan hak yang sama untuk belajar dan mewujudkan mimpi-mimpi mereka.
Melihat hal itu, DV SOS 2015 hadir dengan tema "Bring the Light for the Blind" dengan tujuan untuk membantu saudara-saudara penyandang tunanetra sehingga mereka dapat lebih mengembangkan diri mereka di tengah masyarakat.

(Oh ya! Penjelasan akan tulisan ini saya copy dari notebook DV SOS 2015, beserta pen, cara membaca huruf BRAILLE dan goodybag yang dibagikan kepada para volunteer.)



ACARANYA :
  • Donasi 1000 buku untuk tunanetra (600 jilid buku Braille & 400 buku audio)
  • Donasi komputer bicara
  • Kunjungan ke Panti Sosial Bina Netra Cahaya Bathin
  • Pengetikkan ulang buku untuk tunanetra (PUBT)
(Acara PUBT ini berlangsung di Tzu Chi PIK (Minggu, 5 April 2015) dan hasil dari PUBT ini akan di convert dan dicetak kedalam huruf Braille.)


KMBD Dance Group, yang pasti cici-cici ini menawan banget nari nya!
Duo penyandang tunanetra yang suara nyanyian-nya merdu, keren. Saya dengernya sampai merinding, merinding kagum!
Good job, girls!
Cover lagu yang dibawakan pemain biola tunanetra ini "Naruto - Sadness & Sorrow" diiringi alunan gitar yang sangat-sangat menyayat hati, karena permainan biola nya yang saking bagusnya :')
Well done, bro! Keep it up!
Para penyandang tunanetra saat melakukan paduan suara, kalian itu hebat-hebat, guys!
Isyarat tangan yang dibawakan oleh Para relawan Tzu Chi
Para volunteer PUBT yang hampir 900 orang. Wow!
Taraaa.... Para volunteer PUBT yang sedang beraksi!


Mengapa mengikuti acara ini?
Karena cukup menarik, mengingat saya suka mengetik untuk tulisan saya di blog ini, jadi saya sangat bersedia bisa berkesempatan untuk membantu orang dalam acara pengetikkan ulang ini. Yeay!!

Pembelajaran apa yang didapatkan?
Pembelajaran yang utama yaitu bisa membantu para teman-teman tunanetra untuk berkesempatan membaca buku yang dapat mengisi hari-hari mereka dengan tulisan inspirasi ataupun motivasi yang bisa membangkitkan semangat hidup mereka dan yang pastinya akan di convert dan dicetak ke dalam huruf braille, supaya dapat dibaca oleh para tunanetra. Saya juga sangat menyenangi kegiatan membaca buku, malah rasanya terkadang lebih seru daripada hanya sekadar nonton TV. Pembelajaran yang lain yaitu bisa mengasah kemampuan mengetik saya, apalagi sampai mengetik 13 halaman. Seru juga lho! Seneng banget bisa terjun langsung ke acara seperti ini! Woohoo!! Dan, buku yang saya ketik: "8 sifat untuk sukses." Semoga mereka bisa menerapkan "8 sifat untuk sukses" setelah selesai membaca buku ini agar selalu semangat dan terinspirasi untuk melakukan apa yang mereka suka dan sekaligus bisa membawa kebaikan untuk sekitarnya.

Motivasi apa yang diberikan kepada tunanetra dan aktivis lainnya?
Tetap lakukan yang menjadi "PASSION" kita. Jika itu benar dan membawa kebaikan pada banyak orang dan diri sendiri, Just Do It! Dahulukan kebaikan dan kemanusiaan. Hidup ini akan lebih hidup dengan berbagi kepada sesama. Just make a better place to live =)

---

Thanks to DV SOS 2015 yang sudah menyelenggarakan acara ini dan Thanks to Tzu Chi yang menjadi lokasi berlangsungnya acara dan pastinya Tzu Chi dan TFI support banget buat acara yang hebat seperti ini.



Go DV SOS! Go, go, go for a better world to live!

Dan acara ini di support oleh TFI
---

Kenapa sih saya sebut keren banget acara yang diselenggarakan ini dari awal, karena ternyata... selain saya, masih banyak orang yang peduli dan ikut serta dalam acara kemanusiaan dan saya sangat bersedia untuk ikut acara sosial seperti ini lagi dan lagi. Karena hidup akan lebih berarti dan berwarna indah kalau kita terus berbagi aksi kemanusiaan sampai akhir hayat kita. Salam nyengir!

Pengen tahu lebih lanjut tentang DV SOS 2015? Disini ya, facebook DV SOS 2015