Senin, 20 Juli 2015

Do You Believe in Love?


Sometimes,

relationship between two people are ridiculous. They love each other, sometimes argue, get fine then argue again and again till break. Break up and then get together, again. I really understand there's some people are afraid, too afraid to fall in love, no-no-no, I mean too afraid to get hurt again after to love or loved. And perhaps, almost everyone experienced it, include me. That person said, "I love you. Don't ever let me go." And now who the one let someone go?! Obviously, you-know-who. No one deserve to blame. It's not the right way. You know it exactly.

You know,
we all are sad about the break-up not because the status from couple > friend. But, actually we sad because the behaviour of someone you love. We get too afraid of their behaviour, not as care as used to, not text as much as used to. However, we still care, like used to. That's the problem! The problem is the one still matters to us.

I really do believe in love. 
Love is pure and great, I just don't believe in..... people. People like seasons they said, always change, and tararammm... that's damn true, huh. People change and nothing wrong with that. The wrong is change to be better or worse?

The memories
That's right, memories don't change. But, how beautiful or awful memories are, is just a past. We can't make the change for yesterday. What left yesterday, just past and we must live on now or present. Present is gift, right? and we can learn the lesson from yesterday, to make better present.

I'm allergic to bullshit,
who doesn't? It's like the one can say love you many times, but there's no effort to make the relationship possible. See? I just wrote it to everyone who have been through the hard times of wrong relationship, wrong time, whatever. I hope we can let go happily and do not cling. Yes , I know it's hard, extremely hard, but it will be harder for now and future if we always cling to that, just let go or be dragged.

Life isn't always about relationship between two, right?
We have so many stuffs to do. Avoid to do things that we will be sorry for.



---

If you have any other opinions, just say it. I'd like to know and figure it out.

Jumat, 17 Juli 2015

Gempa di Nepal adalah Karma? Hmm?

Hi! Little World Readers.
Tiba-tiba saya ingin sekali menulis tentang festival yang di bawah ini, ada pesan yang tersirat. Tapi sebelum anda lanjut untuk membaca [No Offence], saya sarankan tidak usah lanjut membaca jika anda sulit untuk berpikir terbuka (baca: picik, pikiran sempit), tidak perlu anda percayai apa yang sedang saya tulis sebelum anda benar-benar memahaminya dan rasakan sesuai hati nurani. Tapi jika anda suka membaca atau ingin tahu atau ingin banyak belajar, apalagi bersedia untuk kosongin gelas untuk mengisi hal yang baru. Lanjut!
Pahami quotes ini dulu : "Mind is like parachute, it works well if it opens."
Festival Gadhimai
Festival upacara penyembelihan yang lebih tepatnya pembantaian hewan terbesar di dunia dengan tujuan untuk dipersembahkan kepada dewa-dewa yang masyarakat Nepal yakini. Upacara itu diadakan tiap 5 tahun sekali di Kuil Gadhimai, Dewi Kekuatan, di Bariyarpur, Nepal, yang berbatasan dengan India.
Saat upacara berlangsung, ada jutaan pemeluk agama Hindu mendatangi lokasi upacara untuk menyaksikan ritual yang 'dianggapnya' sakral tersebut. Lebih dari 250.000 hewan dibariskan untuk dilakukan pembunuhan di upacara keagamaan Nepal. Hewan yang dikorbankan dalam ritual tersebut antara lain adalah kerbau, burung, dan kambing sebagai sesembahan untuk menyenangkan dewa-dewa dalam kepercayaan umat Hindu.
Festival itu diakhiri dengan ritual membunuh/membantai 5.000 kerbau di lapangan dekat kuil Gadhimai. Ritual ini memakan waktu 2 hari. Ironisnya, hewan-hewan yang dibantai tersebut dibunuh tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk dijadikan sesajen bagi dewa-dewa rakyat Nepal. sumber

Nooo!!!
Jujur...
dari hati saya, perbuatan ini adalah salah satu hal di dunia yang terlampau kejam. Saya 'have no idea' dengan apa yang mereka yakini. Dan setelah saya tahu dari beberapa sumber, saya simpulkan kejadian gempa di Nepal kemungkinan besar ada hubungan-nya dengan Festival Gadhimai. Seperti yang suka kita sebut : Karma. 


...and I really believe in Karma.

"Karma does exist."
Sering mendengar nya bukan? Tidak asing di telinga kan? Yap! Segala sesuatu ada konsekuensi nya. Sama seperti kita mencelakai orang lain, suatu saat kita akan kena juga, dicelakai oleh entah-siapa.

Juga...
Ini mungkin yang disebut karma kolektif dalam ajaran Buddhis. Sungguh miris mengingat Nepat adalah tempat lahir Buddha Gautama yang mengajarkan kasih sayang, welas asih dengan tidak membunuh makhluk berjiwa, orang2 ini entah menganut ajaran apa sehingga tega membantai ribuan hewan yang tidak berdosa demi pemujaan pada dewa atau makhluk gaib yang tidak jelas, akibatnya, dewanya tidak mennolong atau murka karena tindakan ini maka terjadilah bencana ini. Bila ingin hidup selamat dan tenang, berbuatlah kebajikan dengan badan, ucapan dan pikiran, tidak dengan pengorbanan makhluk berjiwa demi keselamatan diri sendiri. Ibarat mengambil keuntungan atas penderitaan orang lain, logikanya dimana? (Saya setuju dengan salah satu komen pengguna youtube tentang festival ini)




"Apa yang engkau tabur, itulah yang engkau tuai."
Pastinya kita sering menjumpai kata-kata ini. Yang kurang lebih artinya sama dengan Karma, bukan? Saya bukan tidak suka dengan Hindu, bukan benci dengan orang-orang nya, hanya saja saya benci perbuatan mereka di dalam Festival itu. Menurut saya, fanatik adalah buta, ketidaktahuan adalah buta, keegoisan adalah buta, banyak sekali orang-orang hanya membeo ; meminjam pendapat pendapat orang lain tapi tidak dipahami, tidak diteliti, hanya ikutin aja tradisi turun menurun dengan mengatasnamakan dewa. Oh, What kind of world I live is this?!

Sekali lagi... [No Offence]
Saya hanya mengutarakan pendapat saya. Saya berharap Festival ataupun kegiatan yang mengambil nyawa makhluk ber-roh, ber-jiwa bisa dihentikan. Sayangilah mereka, bukan berarti kita, manusia, yang katanya ciptaan yang paling mulia, malah melakukan perbuatan seperti itu. Juga bukan berarti kita, manusia, hanya karena kita manusia, merasa paling sempurna dibanding ciptaan yang lain, malah menganggap dunia ini hanya diatur oleh manusia yang berkuasa tanpa memikirkan kehidupan makhluk hidup lainnya. Jangan mengabaikan hati nurani :)

Dengan ber-vegetaris, kita bisa mengurangi makhluk hidup yang mati dengan sengsara di tangan manusia. Be veg!







Semua makhluk yang hidup di bumi,
Makhluk yang hidup di air,
Makhluk yang hidup di angkasa,
Makhluk yang terlihat,
Makhluk yang tidak terlihat,
Mereka yang memiliki tubuh fisik kasar,
Mereka yang memiliki tubuh astral lembut,
Mereka yang tinggal dekat atau jauh, besar atau kecil,
Semua jenis makhluk yang hidup dalam keberadaan duniawi ini,

Semoga mereka semua terbebas dari kegelisahan!
Semoga mereka semua terbebas dari penderitaan!
Semoga mereka semua terbebas dari kebencian dan permusuhan!
Semoga mereka semua tenang!
Semoga mereka semua bahagia!

(Kutipan dari sebuah buku kecil yang diberikan oleh kerabat)

Salam damai...

Senin, 06 Juli 2015

Si Cacing, Totto-Chan, The Way of Youth

Membaca adalah hal yang menyenangkan dan tak menyenangkan, tergantung siapa yang memandang dan merasakan. Tergantung tujuan membaca, ada yang ingin mendapat jawaban atas kegundahan nya selama ini, ada yang untuk mengisi waktu luang, ada yang membaca untuk menulis sebuah karya. Relatif kan. Jadi, saya beri 3 buku penunjang awal untuk selalu senang membaca. Selamat membaca!


#1


Awal yang menjadi penunjang saya untuk selalu membaca buku adalah buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya", Si Cacing diibaratkan kita-kita manusia; Kotoran diibaratkan nikmat kehidupan dunia gemerlap nan fana ini. Ajahn Brahm, penulis buku dan seorang biksu bule yang hangat, penuh jenaka dan selalu tersenyum. Saya sendiri sangat mensyukuri pernah menghadiri langsung ceramah nya pada siang hari yang bersahabat itu, aksen bahasa inggris nya yang lebih ke british membuat saya lebih tertarik mendengarnya. Ceramah nya yang sangat luwes, penuh jenaka dan bermakna. Mungkin kalau Ajahn Brahm tidak menjadi seorang biksu, saya rasa dia akan menjadi pelawak! Hahaha.
Mengapa bagi saya buku ini patut dibaca oleh anda? Karena bacaan nya yang cukup ringan, segar dan mencerahkan bisa membuat kita memandang hidup ini dengan penuh kesadaran dan kedamaian, pasti nya kebahagiaan pun kian terasa. Buku ini juga bukan tentang agama, non-buddhis pun bisa membacanya tanpa merasa tidak nyaman. Saya benar-benar tidak menyesal telah membaca buku ini, dan ingin membaca nya berulang-ulang kali, cerita yang disusun pun bab per-bab sehingga membuat para pembaca, terutama untuk pemula, membaca akan menjadi lebih menarik untuk diserap intisari makna tulisan di dalam buku ini.


#2


Senangnya diberi tugas kuliah untuk meringkas cerita yang ada di dalam sebuah buku, kelompok saya memilih Totto-Chan. Maksudnya bukunya, bukan orangnya yang disuruh kemari, *yakeles* hihihi~ Seorang gadis cilik yang mungkin bagi orang awam akan bilang dia aneh, nakal. Seorang gadis cilik yang suka dengan karcis, pemusik jalanan, membuka tutup meja sekolahnya sampai ratusan kali yang baginya ini adalah meja yang keren sekali! Saya sama sekali tidak menganggap apa yang dilakukan nya itu nakal, tetapi unik dan memiliki pesan nya tersendiri. Bagi saya, Totto-Chan adalah bidadari kecil yang polos, mengajari kita apa arti apa adanya dan tidak terpaku dengan aturan yang membuat kita tidak bisa berkembang.
2 orang lainnya yang paling saya kagumi di buku ini : Mamanya Totto-Chan dan Sosaku Kobayashi (Kepala Sekolah yang memiliki gerbong kereta sebagai ruang kelas). Mama Totto-Chan yang penuh kesabaran dan senang bercanda, menanggapi sikap Totto-Chan dengan tidak memarahinya, mama nya hanya menasihati nya dengan hati-hati karena tak ingin Totto-Chan mengalami tekanan batin. Kepala Sekolah Tomoe, Mr. Sosaku Kobayashi yang sangat mencintai alam, musik dan anak-anak ini mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan murid-muridnya terutama Totto-Chan. Mr. Kobayashi juga terus mengatakan Totto-Chan adalah anak yang baik, sehingga Totto-Chan mempercayainya. Kisah nyata ini sangat penting untuk diketahui dan kita bisa banyak belajar dari setiap kejadian di buku ini. Bacaan yang mengajarkan persahabatan, rasa hormat, menghargai orang lain dan bacaan yang cukup mudah dipahami ini akan mengantarkan kita kehidupan masa kecil Totto-Chan yang penuh makna!


#3


The Way of Youth, buku yang mengajarkan kita bersikap bijak dalam keluarga, persahabatan, cinta, belajar, pekerjaan, impian dan tujuan, kepercayaan diri, welas asih dan memandang secara keseluruhan akan memberikan kita kebijakkan yang dapat kita aplikasi kan di dalam kehidupan yang terkadang sangat menyakitkan. Saya suka sekali dengan tulisan di buku ini tentang Orang tua, penting bagi kita untuk berbesar hati. Jika salah satu orangtua berteriak padamu, berpikirlah saja, “Suara kencang berarti ibu sehat; itu bagus sekali.” Atau, “Oh, ayahku sayang padaku, aku memahaminya.” Bila kau bisa berpandangan seperti ini terhadap orangtuamu, itu tanda nya kau semakin dewasa.” kata Daisaku Ikeda, penulis The Way of Youth. Bagaimana? Keren kan? Sudah jelas sekali buku ini sangat patut dibaca oleh siapapun terutama remaja.

----

Mengapa kita harus membaca? Sebenarnya buku bukan hanya untuk DIBACA, tetapi dipahami makna nya dan dipraktekkan. Tak perlu membaca kalau anda menganggap membaca itu hanya sebagai selingan ataupun hiburan. Sah-sah saja jika anda menganggapnya begitu, jika anda membaca komik Sinchan. Tapi untuk jenis buku seperti yang saya jabarkan, adalah buku yang pantas dibaca oleh setiap orang. Makna yang terkandung di dalamnya, meminta setiap pembacanya menemui dan merasakannya sendiri. Membaca bukanlah hal yang membosankan, justru bisa membuat hidup kita menjadi lebih baik jika dipahami dengan benar.

Salam baca!

Jumat, 03 Juli 2015

Book Review: The Naked Traveler

Naked Traveler 1-4
Akhirnya setelah sekian lama, selesai juga membaca buku Naked Traveler. Saya awalnya nggak tahu ada buku seperti ini, sampai suatu hari acara TV menayangkan 2 Traveller Indonesia yang keceh! Yang satu Trinity, yang satu lagi Claudia Kaunang. 2'2 nya sama-sama keren, saya beli buku mereka tapi setelah diamati saya lebih suka tulisan Trinity, yaitu Naked Traveler 1,2,3,4. Dan yang sangat saya sukai yaitu pembatas buku di setiap buku Trinity. Khusunya bagi para pembaca setia buku, pasti tahu banget arti pembatas buku. Hihihi...

Ada banyak kisah menarik yang dituturkan dengan gaya bahasa yang santai dan ringan oleh Trinity dalam buku ini. Lucu, sedih, mendebarkan, bahkan menyebalkan. Semua itu menjadi bumbu sedap dalam pengalamannya menjadi “backpacker” yang melanglang buana ke berbagai tempat, baik di dalam maupun di luar negeri. Melalui buku ini, ada berbagai macam informasi tentang kebudayaan berbagai bangsa yang unik, tempat-tempat yang “harus” dikunjungi atau dihindari, serta tips dan trik saat traveling. Bisa jadi, setelah menamatkan buku ini, kita justru semakin mencintai negeri sendiri.


Selama ini, kebanyakan isi tulisan perjalanan di media hanyalah tentang sesuatu yang indah-indah. Kita serasa disodori brosur yang menggunakan bahasa berbunga-bunga dan foto-foto hasil rekayasa digital agar pembaca tergerak untuk mengunjungi tempat tersebut. Padahal traveling tidak selalu enak dan nyaman. Suatu tempat tidak selalu indah dan bagus. Kenangan perjalanan yang paling diingat Trinity pun bukanlah tentang keindahan arsitektur suatu bangunan atau putihnya pasir pantau, tapi pesawat yang delay atau orang lokal yang tidak ramah. Pengalaman (yang sering tidak terduga) saat melakukan perjalanan jauh lebih berwarna. Seperti kata pepatah: "It’s not the destination, but the journey." (Saya copas 2 paragraf terakhir ini dari sinopsis Naked Traveler 1-2, jadi saya bukan plagiat yah...)




Naked Traveler 1 
Cerita favorit saya di Naked Traveler 1, yaitu Si Kumbang, saya kira piaraan nya Trinity, saya kira lucu juga ya bisa melihara kumbang tapi, ehh ternyata... Kumbang itu nama panggilan sayang ke mobil nya! Hahaha. Eh, pernah makan daging rendang 2kg sekaligus di airport? Nah, teman Trinity yang berkewarganegaraan Amerika ini pernah lho! Waduh. Dari buku ini, saya baru tahu ternyata Lady Diana dan sejumlah orang terkenal lainnya pernah menginap di Pulau Moyo, Sumbawa. Tuh kan terbukti Indonesia itu keren banget sampai-sampai selebritis saja pernah menginap. Penasaran apa saja keseruan dan kejadian seram yang dialami Trinity di Pulau Moyo? Seram banget dech! Hiiiii~


Naked Traveler 2 
Tentu saja Naked Traveler 2 nggak kalah serunya dengan Naked Traveler 1. Dari pengalaman Trinity yang mengikuti tur musik mereka keliling Indonesia, menurutnya menjadi orang terkenal tidak menyenangkan, sedikit-sedikit dikerubuti penggemar. Lagi sarapan, ada saja yang minta tanda tangan, minta foto. Mau leyeh-leyeh di kolam renang hotel, segerombolan orang mengerubungi dan menonton--seperti nemu mayat saja! Sampai-sampai salah satu SPG toko buku pingsan ketika mengetahui yang sedang beli buku adalah superstar! Bagi Trinity, Travelling with superstar = ikutan kena cakar dan terdorong-dorong akibat tindakan agresif para penggemar. Memang seru banget menikmati tulisan Trinity, satu judul ini saja seru banget bagaimana judul lainnya? Seru nya pol deh!


Naked Traveler 3
Rasa suka saya terhadap buku Naked Traveler ini bertambah karena dengan adanya ilustrasi yang mirip banget sama Trinity! Ahh, kagum banget sama tulisan dan ilustrasi nya!


Naked Traveler 4 
Di Naked Traveler 4, dikasih prinsip jalan-jalan murah oleh Trinity, saya berasa ini seperti buku pelajaran wajib untuk para Traveler. Selain pengalaman-pengalaman nya yang buat ngakak akut! Juga disertai prinsip untuk jalan-jalan murah. Kurang apa cobak! Hihihi...


---

Saya sama sekali tidak sedang melakukan promo. Tulisan saya di blog adalah non-profit. Saya menulis karena hobi. Walaupun saya bukanlah seorang Traveler, tapi saya senang sekali bisa membaca buku Naked Traveler 1-4, saya berasa telah mengunjungi tempat-tempat yang bahkan belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Bijak apabila kita bisa mendapakan pelajaran berharga dari pengalaman orang lain. Memang nggak ada salah nya sama sekali sinopsis Naked Traveler 1 yang menyatakan bahwa setelah menamatkan buku Naked Traveler, saya justru semakin mencintai negeri sendiri yaitu Indonesia. Thanks mba Trinity yang sudah sharing perjalanan nya di setiap halaman buku. Cerita yang dibuku-kan tak lekang oleh waktu.


Anda bisa berkunjung ke website nya mba Trinity : www.naked-traveler.com